Trump umumkan tunda serangan, Iran buka Selat Hormuz

  • Arry
  • 8 April 2026 10:49
Perang Amerika Serikat-Iran(pexels/pixabay)

Newscast.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan menunda serangan ke Iran hingga dua pekan mendatang. Namun dia meminta agar Iran membuka Selat Hormuz.

Hal ini disampaikan Trump usai berbincang dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir. Kehadiran Pakistan untuk meredakan situasi yang memanas di kawasan Teluk.

"Berdasar percakapan dengan PM Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, mereka minta agar saya menunda serangan penghancuran ke Iran yang rencananya malam ini. Syaratnya, Republik Islam Iran menyepakati dibukanya Selat Hormuz secara SEGERA, MENYELURUH, dan AMAN. Maka, saya sepakat untuk menunda pengeboman dan serangan dalam waktu dua pekan," kata Trump lewat media sosialnya, dilansir Reuters, Rabu, 8 April 2026.

"Ini adalah GENCATAN SENJATA dua arah," kata Trump.

Baca juga
Pesawat militer AS kembali ditembak jatuh Iran, kali ini Hercules C-130 AS

Trump pun juga sepakat menerima 10 poin proposal yang disampaikan Iran.

Merespons keputusan AS, Iran mengumumkan bakal membuka Selat Hormuz, yang menjadi lalu lintas utama perdagangan minyak dunia. Iran pun bersedia melakukan pembicaraan dengan Trump untuk mengakhiri perang.

"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X dilansir kantor berita AFP.

Araghchi juga menyampaikan telah menerima 15 poin proposal dari AS yang disampaikan via Perdana Menteri Pakistan Sharif Shehbaz. AS pun juga menyatakan menerima 10 poin proposal dari Iran lewat jalur yang sama.

"Atas nama Republik Islam Iran, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada saudara saya, yang terhormat Perdana Menteri Pakistan Sharif dan yang terhormat Marsekal Lapangan Munir (Asim) Munir atas upaya mereka yang tak kenal lelah menghentikan perang di kawasan," ucap Araghchi.

Negosiasi AS-Iran dijadwalkan akan digelar di Islamabad, Pakistan, pada Jumat, 10 April 2026.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataan terpisah menyebutkan negosiasi dalam berlangsung dua minggu, tetapi bisa diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.

"Diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak," tuturnya.

Artikel lainnya: Viral puluhan ribu motor untuk dapur MBG, ini penjelasan Kepala BGN

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan