Heboh lagu Erika mahasiswa tambang ITB, liriknya vulgar dan lecehkan wanita

  • Arry
  • 17 April 2026 17:03
Institut Teknologi Bandung atau ITB(itb/itb.ac.id)

Newscast.id - Belum kelar kasus dugaan pelecehan seksual di Universitas Indonesia. Kini kasus serupa terjadi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kasus ini mencuat dari video yang beredar di media sosial. Dalam video itu terlihat sekelompok mahasiswa yang dinarasikan anggota Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB tengah menggelar acara.

Mereka tengah menikmati lantunan lagu yang diperdengarkan. Lirik lagu itu ditampilkan dalam sebuah layar berlatar merah.

Para mahasiswa pun tampak menyanyikan lagu yang diketahui berjudul 'Erika' tersebut. Namun liriknya mendapat sorotan karena bernuansa pelecehan terhadap perempuan.

Lagu tersebut dibawakan oleh Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB. OSD adalah unit kegiatan di bawah HMT-ITB yang berdiri sejak 1970-an. Sementara lagu "Erika" diketahui dibuat pada 1980-an.

Usai video ini viral, HMT-ITB menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis pernyataan resmi yang dimuat di situs web ITB.

"Kami menyadari bahwa ini merupakan suatu kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini."

"Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun," sambung pernyataan resmi.

Lirik Lagu 'Erika'

Pengalaman tak terlupa, waktu aku mahasiswa
Kecantol di Surabaya, janda muda nama Erika
Erika buka celana, diam-diam main gila
Sambil bawa botol Fanta, siapa mau boleh coba

Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa

Pagi-pagi Erika mandi, lenggak-lenggok di pinggir kali
Kagetku setengah mati, lihat barang kayak serabi

​Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa

​Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa

​Oh... goyang Erika luar biasa
Oh... lebar pinggulnya hampir sedepa
Bila disenggolnya celana pasti terbuka
Walau sudah janda sempitnya masih terasa

​Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi itunya kesempitan
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi anunya kegedean
Ha ha ha ha ... ha hi hi hi hi ... hi itunya kesempitan

'Take Down' Lagu Erika

Sebagai tindak lanjut, ITB berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB.

"Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat. Bandung, 15 April 2026 Himpunan Mahasiswa Tambang ITB," pungkas pernyataan tersebut.

Respons ITB

Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Nurlaela Arief, menegaskan kampus berkomitmen membangun lingkungan akademik yang aman dan bermartabat.

"Menyikapi beredarnya konten yang menimbulkan keresahan publik, ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal," kata Nurlaela dalam keterangan resminya.

"Sebagai tindak lanjut, HMT-ITB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan konten video dan audio dari kanal resmi organisasi serta akun-akun terafiliasi, termasuk video lama yang kembali beredar di masyarakat. Selain itu, dilakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap konten, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan, sekaligus peninjauan ulang terhadap standar dan pedoman organisasi agar semakin selaras dengan nilai-nilai etika di lingkungan kampus dan masyarakat," ungkapnya.

"Komitmen tersebut sejalan dengan langkah pembinaan yang telah dilakukan ITB, di antaranya kampanye etika berpenampilan dan etika komunikasi mahasiswa melalui pesan singkat yang digagas Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) ITB. Kampanye ini menekankan pentingnya sikap sopan, hormat, tanggung jawab, dan kedewasaan mahasiswa dalam berpenampilan maupun berkomunikasi di lingkungan akademik," tambahnya.

Untuk upaya pencegahan, ITB membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) yang berperan dalam sosialisasi, pencegahan, serta menyediakan kanal pelaporan bagi warga kampus.

"Melalui penguatan etika, pembinaan karakter, serta sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang terus diperkuat, ITB berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial, kuat secara etika, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan," pungkasnya.

Artikel lainnya: Lowongan kerja: Dicari 30.000 manajer Kopdes Merah Putih, syarat dan link pendaftaran

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan