60 Ribu calon mahasiswa baru tak daftar ulang SNBP, apa penyebabnya?

  • Arry
  • 25 Juni 2026 17:32
Ilustrasi Mahasiswa(@MDDuran/unsplash)

Newscast.id - Muncul kabar sebanyak 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak mendaftar ulang di kampus tujuan. Apa penyebabnya?

Anggota Komisi X DPR, Sofyan Tan, meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menelusuri kasus ini. Terutama apa yang menjadi kendala bagi para calon mahasiswa.

"Apakah 60 ribu itu memilih jurusan yang salah atau memang diloloskan pada jurusan yang tidak dia berkenan? Yang kedua apakah dia diterima di perguruan tinggi negeri yang lain yang menurut yang bersangkutan lebih sesuai?" ujar Sofyan Tan, dikutip dari TVR Parlemen.

"Yang paling dikhawatirkan adalah yang ketiga bahwa yang lolos ini karena tidak bisa dibiayai lewat KIP Kuliah, maka mereka itu tidak melanjut. Nah, karena itu yang terakhir ini harus didalami dan disurvei untuk mencari apakah betul yang seperti ini yang dugaan banyak orang," imbuhnya.

Baca juga
Mahasiswa UMY Yogyakarta tangkap intel yang nyusup ke kampus, ini kronologinya

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, mengakui ada sekitar 60 ribu calon mahasiswa baru dari jalur SNBP tidak daftar ulang.

"60 ribuan itu (10% dari data total awal) yang tidak daftar ulang semua jalur (SNBP, SNBT, dan Mandiri) di SNPMB 2025," kata Eduart dalam keterangannya.

"Untuk SNBP sendiri persentase daftar ulang dari yang diterima ada di angka 92%," kata Eduart lagi.

Eduart menilai ada kekhawatiran calon mahasiswa baru itu mundur karena tidak tertampung KIP Kuliah. Hal ini akan menjadi masukan pada pelaksanaan berikutnya.

"Menjadi masukan untuk pelaksanaan berikutnya, termasuk sosialisasi dan pemahaman akan pilihan yang diambil harus yang benar-benar diminati oleh peserta," ungkapnya.

Eduart juga sempat menyatakan, mundurnya calon mahasiswa baru ini akan memengaruhi kuota penerimaan siswa asal sekolah tersebut.

"Banyak siswa dari sekolah lain yang ingin, sangat ingin untuk mendapatkan kuota tersebut," kata Eduart usai konferensi pers SNPMB 2026 pada 16 September 2025.

"Kita mengurangi kuota sekolah itu ketika kuota sekolah itu yang kita berikan itu tidak diambil. Jadi kita tidak ingin memberikan kuota kepada sekolah yang nantinya tidak akan diambil juga oleh siswa yang lulus," kata Eduart.

Artikel lainnya: Respons Gerindra soal kabar ponakan Prabowo, Budi Djiwandono perintahkan awasi Gibran

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan