Misteri dr Icha nekat gantung diri di NTT, diduga ada intimidasi anggota DPRD

  • Arry
  • 30 Juni 2026 12:59
Kasus meninggalnya Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha, dokter di RS Leona Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur(kemenkes/instagram)

Newscast.id - Kasus meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha menjadi sorotan publik. Kasus ini mulai menyeret nama tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kematian dr Icah disampaikan Kementerian Kesehatan. Dalam unggahan di akun Instagram, Kemenkes mengungkapkan dokter di RS Leona Kefamenanu itu meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya pada Jumat, 26 Juni 2026.

"Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, NTT. Dedikasi beliau dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengabdian tenaga kesehatan," ucap pernyataan Kemenkes di akun Instagram @kemenkes.id, Minggu, 28 Juni.

"Terkait kabar dugaan intimidasi yang menimpa almarhumah, Kemenkes tidak akan tinggal diam. Saat ini, tim Kemenkes tengah bergerak untuk mengusut kasus ini secara transparan dan tuntas," ucap pernyataan itu.

Baca juga
Dokter klinik kampus Universitas Riau diduga lecehkan 30 mahasiswi, ini modusnya

Pihak keluarga buka suara soal kematian dr Icha. Pamannya, Fabi Banase, mengungkapkan, keponakannya itu mengalami depresi berat usai mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Kabupaten TTU. Intimidasi dilakukan terkait penanganan seorang pasien yang mengalami gigitan ular hijau.

"Mereka dalam keadaan mabuk saat masuk ke ruang UGD," kata Fabi Banase.

Fabi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan yang diterima keluarga, dokter Icha didiagnosis mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik.

"Salah satu di antara mereka berucap dengan nada tinggi, 'Kau akan bertemu saya di Komisi III'," tambah Fabi.

Pesan terakhir dr Icha sebelum meninggal

Fabi Banase mengungkapkan, keponakannya itu sempat mengirimkan pesan singkat yang menggambarkan kondisi psikologisnya setelah insiden dugaan intimidasi tersebut.

"Dia (korban) bilang punya niat meninggal dunia untuk menghindari trauma. Bapa, saya stres. Kalau saya pulang ke sana (Kefamenanu), saya takut. Biar saya mati saja supaya jangan ada korban nakes yang lain," ujar Fabi menirukan isi pesan dr. Icha.

Baca juga
Dokter Forensik: Pendaki Brasil Juliana Diperkirakan Masih Hidup 20 Menit Usai Jatuh

Dari pemeriksaan kejiwaan, dr Icha didiagnosis mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik dan sebelumnya sempat melakukan percobaan bunuh diri.

"Karena malam itu saat kejadian dibentak dan dimarahi, saya yang menjadi tempat konsultasi dr. Icha. Dia berkali-kali menelepon saya meminta tolong agar saya menjelaskan kepada keluarga dan DPR. Sampai sekarang saya masih menyimpan WhatsApp dr. Icha malam itu," ungkap dr. Tri.

Pernyataan polisi

Polres Kupang mengungkap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di di kediaman orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, RT 007/RW 004, Dusun II, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

"Begitu menerima laporan, personel kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengidentifikasi korban, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan awal dari para saksi. Semua langkah dilakukan secara profesional untuk memastikan setiap fakta di lapangan dapat terdokumentasi dengan baik," kata Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo.

Rudy menjelaskan, dari hasil pemeriksaan luar di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, polisi menemukan bekas jeratan pada leher korban yang diduga berkaitan dengan penyebab kematian.

"Hasil pemeriksaan luar menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi jenazah secara medis sebagai bahan pendukung penyidikan," jelas Rudy.

Sementara itu Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Eliana Papote, mendalami dugaan intimidasi terhadap dr Icha.

"Penyidik terus bekerja mengumpulkan fakta-fakta untuk membuat terang peristiwa ini. Hasil pemeriksaan para saksi nantinya akan kami laporkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," kata AKBP Eliana Papote.

"Kami juga berkoordinasi dengan ahli pidana dan ahli psikologi guna mengkaji apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau tidak. Semua dilakukan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku," jelas Kapolres.

"Terkait sepucuk surat yang diamankan pihak kepolisian, saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap seluruh bukti-bukti yang ada," jelasnya.

Anggota DPRD TTU buka suara soal dugaan intimidasi dokter Icha

Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Veronika Lake, buka suara usai namanya dikaitkan dengan kasus meninggalnya dr Icha.

"Saya, Veronika Lake, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dokter Icha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan," kata Veronika dalam keterangannya.

"Terkait perkataan 'panggil wartawan saja', itu saya maksudkan sebagai usulan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas pelayanan," ujarnya.

"Jadi, tidak ditujukan kepada personal atau pribadi, tetapi sebagai bentuk dorongan untuk perbaikan pelayanan kesehatan di rumah sakit," jelasnya.

Artikel lainnya: Makna logo HUT ke-81 RI karya Fajar Novario asal Padang

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan