Kesaksian istri Bambang korban tewas kerusuhan pascademo 27 Agustus: Cuma nonton
- Arry
- 29 Agustus 2026 18:48
Newscast.id - Satu warga tewas dalam kerusuhan yang pecah di Pejompongan usai demo 27 Agustus 2026. Korban bernama Bambang Setiawan.
Istri Bambang, Sudarsi, menceritakan mengenai peristiwa yang dialami suaminya. Dia menjelaskan, suaminya sehari-hari berjualan cermin di kawasan Pejompongan.
Menurut Sudarsi, saat itu dia masih menemani Bambang berjualan cermin di Pejompongan hingga sekitar pukul 16.30 WIB. Biasanya, mereka menutup tempat usahanya sekitar pukul 18.00 WIB.
Namun saat itu massa mulai berdatangan. Sudarsi pun meminta Bambang agar menutup tempat usahanya lebih awal.
"Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, 'Itu massa sudah banyak, tutup'," kata Sudarsi dikutip dari Antara.
Baca juga
Bambang tewas dalam kerusuhan Pejompongan paska demo 27 Agustus, Ini kronologinya
Usai menutup tokonya, Sudarsi dan Bambang kembali ke rumah di kawasan Pejompongan. Tak lama, anak mereka datang bersama seorang warga bernama Tagor yang sedang sakit.
Tagor meminta diantar ke RS Pelni. Anak Bambang kemudian mengantar Tagor dengan menggunakan sepeda motor, sementara Sudarsi dan Bambang tetap berada di rumah.
Usai mengantar Tagor, anak Bambang kembali ke rumah sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB. Saat itu, situasi di Pejompongan makin ramai dengan massa.
Menurut Sudarsi, massa sempat terdorong masuk ke kawasan sekitar rumah mereka. Usai situasi mulai kondusif usai massa keluar dari kawasan itu, Bambang memutuskan keluar rumah.
"Dia itu cuma nonton, kadang-kadang membantu ngucurin air buat cuci muka," ujar Sudarsi.
Baca juga
Viral Video Pria Berjaket Ojol Terlindas Mobil Barracuda Brimob
Namun, Bambang tak kunjung kembali ke rumah hingga larut malam. Sudarsi lantas mencari keberadaan suaminya hingga sekitar pukul 01.30 WIB.
"Saya masih berharap ketemu. Saya ke situ, enggak ada," ucap Sudarsi.
Sekitar pukul 02.30 WIB, Sudarsi sempat kembali ke rumah. Namun sekira pukul 03.00 hingga 04.00 WIB, anak Bambang menerima sebuah video dan diminta memastikan sosok yang terlihat dalam video tersebut. Setelah memperhatikan video tersebut, keluarga memastikan sosok itu adalah Bambang.
"Kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas posisi dia, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita enggak tahu," ucap Sudarsi.
"Saya tahunya suami saya sudah jadi korban, sekitar jam 4 pagi, itu saya baru fix tahu kalau dia sudah tidak ada. Itu karena saya cari kan, anak-anak saya, ketahuannya sudah dikirim ke RS Polri," ucap Sudarsi.
Jenazah Bambang kini sudah dimakamkan di TPU Kemanggisan, Jakarta Barat, pada Jumat siang.
"Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya terkait kondisi korban, Sabtu, 29 Agustus 2026.
"Kami memahami dan berempati atas kondisi duka yang dialami keluarga, sehingga untuk sementara, penyidik belum meminta keterangan lebih lanjut," ujarnya.
Artikel lainnya: Resmi! Operator seluler dilarang hanguskan sisa kuota internet pelanggan