Abu Anak Krakatau, Bandara Soetta hingga Halim ditutup hingga 18.00 WIB

  • Arry
  • 7 September 2026 11:11
Bandara(davidmak83/pixabay)

Newscast.id - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau telah mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah. Sejumlah bandara pun terpaksa menghentikan sementara operasional akibat sebaran abu vulkanik.

Pihak otoritas Bandara Soekarno-Hatta mengumumkan penutupan akan dilanjutkan hingga Senin, 7 September 2026 pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, Bandara Soetta dijadwalkan dibuka pukul 08.59 WIB.

"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian penerbangan sampai pukul 18.00 WIB," dikutip dari unggahan instagram resmi @soekarnohattaairport.

Pihak bandara mengimbau seluruh pengguna jasa bandara mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan. Sementara itu, informasi lebih lanjut mengenai kebandarudaraan dapat menghubungi Contact Centre Injourney Airports 172.

Baca juga
7 Bandara tutup sementara imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, Soetta hingga 21.30 WIB

"Kami mohn maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Terima kasih atas perhatian, pengertian, dan kerjasama seluruh pengguna jasa Bandara Internasional Soekarno Hatta," katanya.

Selain Bandara Soetta, enam bandara lainnya juga memperpanjang penutupan imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berikut 6 bandara yang masih ditutup dikutip dari akun Instagram Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama @0tbansatu:

  • Radin Inten II Lampung (TKG)
  • Halim Perdanakusuma (HLP)
  • Husein Sastranegara Bandung (BDO)
  • Budiarto Curug (RTO)
  • Pondok Cabe (PCB)
  • Bandara M. Taufik Kiemas (TFY)

Penutupan sementara dilakukan hingga pukul 18.00 WIB. Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan di tengah ancaman abu vulkanik yang dapat mengganggu mesin, sistem pesawat, hingga jarak pandang pilot.

Otoritas penerbangan juga telah menerbitkan NOTAM (Notice to Airmen) terkait penutupan sementara tersebut. Dampaknya, sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan, ditunda, maupun dialihkan ke bandara lain yang dinilai aman untuk beroperasi.

Masyarakat yang memiliki rencana perjalanan udara diimbau untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai maupun pengelola bandara sebelum berangkat.

Penumpang juga disarankan menghubungi maskapai terkait untuk memperoleh informasi mengenai penjadwalan ulang atau pengembalian dana tiket apabila penerbangannya terdampak.

Ada 7 bandara alternatif

Di tengah penutupan tujuh bandara, InJourney Airports mengumumkan ada tujuh pandara alternatif yang dapat digvunakan.

"Selama penghentian operasional di beberapa bandara, berikut 7 bandara alternatif yang beroperasi secara normal untuk dapat digunakan oleh maskapai dan calon penumpang," tulis InJourney Airports dalam unggahan instagram resmi @injourneyairports.

Berikut tujuh bandara yang tetap beroperasi normal:

  1. Bandara Internasional Yogyakarta
  2. Bandara I Gusti Ngurah Rai
  3. Bandara Jenderal Ahmad Yani
  4. Bandara Adi Soemarmo
  5. Bandara Juanda
  6. Bandara Sultan Syarif Kasim II
  7. Bandara Kertajati

Artikel lainnya: PJJ diberlakukan di seluruh sekolah Jakarta mulai 7 September imbas abu Anak Krakatau

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan