Premier League vonis Man City bersalah: Manipulasi Sponsor hingga 1 miliar paun
- Arry
- 30 September 2026 12:47
Newscast.id - Komisi Independen Premier League resmi menyatakan Manchester City bersalah. The Citizens dinyatakan terbukti atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan selama sembilan musim beruntun.
Pelanggaran keuangan itu dilakukan Manchester City dalam rentang waktu 2009 hingga 2018. Komisi Independen menemukan empat pelanggaran besar yang dilakukan manajemen untuk mengakali keuangan mereka.
Komisi Independen menemukan adanya kesepakatan fiktif antara City yakni Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG) dan pihak sponsor. Komisi menemukan bukti pihak sponsor hanya menanggung sebagian nilai perjanjian, sementara sisanya ditanggung ADUG.
Tak hanya itu, ADUG juga mendanai pengaturan lain yang membuat biaya operasional yang dicatat klub tampak lebih rendah dibanding pengeluaran sebenarnya. Total penggelembungan nilai sponsor itu mencapai 949,9 juta paun atau sekitar Rp 21,3 triliun!
Kedua, ada laporan keuangan yang nilainya dianggap tidak akurat, yang ketiga adalah melanggar batasan pengeluaran yang diterapkan Premier League serta UEFA. Serta keempat, Man City dianggap tidak kooperatif selama masa penyelidikan berlangsung.
CEO Premier League, Richard Masters, menyatakan hal ini sebagai kasus bersejarah.
“Keputusan utama ini menetapkan fakta-fakta terkait apa yang terjadi di Manchester City selama periode tersebut, dan menunjukkan bagaimana klub tersebut secara sistematis melanggar aturan liga selama hampir satu dekade penuh,” kata Masters dalam keterangannya.
“Ini adalah salah satu tanggung jawab utama Premier League untuk memastikan penerapan aturan yang telah disetujui oleh klub-klub itu sendiri, demi melindungi integritas kompetisi. Sangat penting bagi kompetisi ini untuk tetap adil dan kompetitif bagi semua klub serta penggemar, dan kami menjalankan peran ini dengan sangat serius,” ujarnya.
Sanksi dan hak banding Manchester City
Meski vonis telah dibacakan, namun, hukuman yang akan diterima Manchester City belum ditentukan. Komisi Independen segera menggelar rapat secara tertutup untuk membahas bentuk sanksi yang layak diterima City.
Selain itu, Man City juga diberikan kesempatan melakukan pembelaan diri atas vonis ini. Liga memberikan waktu bagi City untuk banding hingga 2 Oktober 2026.
Premier League berharap seluruh rangkaian proses hukum, termasuk proses banding dan pengumuman hasil akhir sanksi, dapat diselesaikan secepat mungkin demi menjaga stabilitas kompetisi.
Artikel lainnya: Raih emas bulutangkis, Leo-Daniel tambah pundi medali Indonesia di Asian Games 2026