BPOM temukan takjil yang bisa rusak ginjal dan picu kanker, ini ciri-cirinya

  • Arry
  • 27 Feb 2026 16:34
Penjual takjil(humas/pemprov banten)

Newscast.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan bahan berbahaya di dalam takjil yang dijual selama Ramadan 1447 H/2026. Bahan itu bahkan bisa merusak ginjal dan memicu kanker.

Temuan itu didapat saat BPOM melakukan uji kelayakan di pasar takjil musiman Kota Kediri, Jawa Timur pada Senin, 23 Februari 2026. Tim menguji 56 sampel makanan dan minuman yang dijual pedagang.

Hasilnya, petugas mendapati ada kerupuk yang terindikasi mengandung Rhodamin B, yaitu pewarna sintetis yang dilarang untuk pangan. Pewarna ini biasanya digunakan dalam industri tekstil.

Rhodamin B termasuk zat yang bersifat toksik dan karsinogenik yang dapat memicu kanker. Jika terpapar zat ini dalam jangka panjang, maka dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan ginjal, serta menimbulkan iritasi pada kulit dan saluran pernapasan.

Baca juga
Rekomendasi 6 tempat ngabuburit seru di Jakarta: ada masjid hingga pusat takjil

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengingatkan para pelaku usaha takjil agar mematuhi standar keamanan pangan.

"Gunakan dan jual makanan siap saji yang memenuhi ketentuan," ujar Taruna dalam keterangannya.

Dia menjelaskan, penggunaan pewarna atau bahan tambahan yang tidak diperuntukkan bagi pangan adalah sebuah pelanggaran serius. Sebab, hal itu dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

BPOM juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif saat membeli takjil. "Biasanya bisa dilihat dari kesegarannya," ujar Taruna.

Ciri-ciri takjil berbahaya

BPOM pun mengeluarkan ciri-ciri takjil yang mengandung formalin, boraks, atau pewarna tekstil seperti Rhodamin B dan Methanil Yellow. Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain:

  1. warna terlalu mencolok (terutama merah) dan tampak tidak merata,
  2. tekstur sangat kenyal atau justru tidak lengket secara tidak wajar,
  3. tidak basi meski disimpan selama satu hingga dua hari,
  4. tidak dihinggapi lalat.

Menurut BPOM, zat itu biasa terdapat pada produk takjil seperti mi, tahu, aneka gorengan , serta minuman atau es dengan warna mencolok.

Artikel lainnya: Jadwal terbaru cuti bersama dan libur Lebaran Idulfitri 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait