Amerika serang Venezuela, Trump ungkap kronologi penangkapan Presiden Maduro

  • Arry
  • 4 Jan 2026 12:05
Penampakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap militer Amerika Serikat(ist/ist)

Newscast.id - Amerika Serikat melakukan penyerangan terhadap Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026. Tak hanya itu, militer Paman Sam juga menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Presiden Donald Trump menceritakan kronologi penyerangan dan penangkapan Presiden Maduro. Menurutnya, kini Maduro pun sudah dibawa ke New York dengan menggunakan kapal USS Iwo Jima.

"Ya, Iwo Jima, mereka berada di atas kapal," ujar Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News, Sabtu pagi waktu setempat.

"Mereka akan menuju New York. Helikopter membawa mereka keluar, dan mereka pergi dengan helikopter dalam penerbangan yang menyenangkan—saya yakin mereka menyukainya. Tapi mereka, mereka membunuh banyak orang, ingat itu."

Baca juga
Amerika Serikat serang Venezuela

Dalam wawancara itu, Trump mengaku menyaksikan langsung operasi penangkapan Maduro dari ruang kontrol di resor pribadinya, Mar-a-Lago, Florida.

"Saya diberitahu oleh orang-orang militer sungguhan bahwa tidak ada negara lain di Bumi yang dapat melakukan manuver seperti itu," ujarnya.

"Kalau Anda melihat kecepatan dan kekerasannya—mereka menyebut istilah itu—itu sungguh luar biasa. Pekerjaan luar biasa yang dilakukan orang-orang ini."

"Yah, kami menontonnya dari sebuah ruangan. Kami punya ruangan, dan kami menontonnya, dikelilingi banyak orang, termasuk para jenderal, dan mereka tahu semua yang terjadi. Itu sangat kompleks," ucapnya.

"Sungguh, mereka menerobos masuk ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak mungkin ditembus. Menerobos pintu baja yang dipasang hanya untuk alasan ini, dan mereka ditangkap dalam hitungan detik. Saya belum pernah melihat hal seperti itu," ujarnya.

Trump juga menambahkan bahwa AS telah menyiagakan sejumlah besar pesawat dalam operasi itu, termasuk helikopter dan jet tempur.

Apa alasan Trump tangkap Maduro?

Presiden Trump mengeklaim, serangan ke Venezuela hanya untuk menangkap Maduro.

Sebelum penangkapan, Trump menuduh Maduro memimpin "negara narkoba” dan memanipulasi hasil pemilihan presiden 2024. Hal ini didasarkan pada klaim pihak oposisi Venezuela.

Selain itu Trump juga menuding Venezuela menjadi jalur transit utama kokain. Washington pun juga sudah menetapkan dua kelompok kriminal asal Venezuela, yakni Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, sebagai Organisasi Teroris Asing. Trump bahkan menuduh Maduro sebagai pemimpin dari Cartel de los Soles.

Maduro diketahui menjadi Presiden Venezuela usai ditunjuk langsung oleh Presiden Hugo Chavez sebelum wafat pada 2013.

Maduro pun telah membantak tuduhan Trump. Mantan sopir bus berusia 63 tahun itu menyatakan, AS sengaja melancarkan tuduhan keji itu untuk menguasai cadangan minyak Venezuela, salah satu yang terbesar di dunia.

Selain itu pemerintah Venezuela menilai, tudingan tersebut sebagai upaya mempolitisasi perang melawan narkoba demi menggulingkan pemerintahan Caracas. 

Artikel lainnya: Innalillahi, pimpinan Pondok Modern Gontor KH Amal Fathullah meninggal dunia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait