Newscast.id - Seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, melemparkan bom molotov di sekolahnya. Pelaku bahkan sampai empat kali melemparkan bom ke sekolahnya.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026 sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu para siswa tengah menjalani jam istirahat dan jadwal menyantap makan bergizi gratis (MBG).
Insiden itu memicu kepanikan siswa dan guru. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar dihentikan dan seluruh siswa dipulangkan lebih awal.
“Saat kejadian anak-anak panik dan terpaksa dipulangkan lebih awal. Sebelumnya jadwal pulang pukul 14.00 WIB,” kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, kepada wartawan.
Baca juga
Misteri 7 Tulisan di Senjata Mainan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Inikah Maknanya?
Menurutnya, satu siswa mengalami luka ringan setelah menginjak serpihan paku dari material bangunan. Korban kini sudah diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan.
Pelaku Siswa Aktif Kelas IX
Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, mengungkapkan, pelaku adalah siswa aktif kelas IX di sekolah tersebut.
“Pelaku adalah siswa sekolah itu sendiri. Saat ini masih dalam proses penyidikan,” kata Kompol Andri.
Saat ini pelaku sudah diamankan. Polisi menggandeng Densus 88 Antiteror untuk pendalaman motif dan latar belakang pelaku.
Baca juga
Ledakan di SMAN 72 Jakut, Polisi Bicara Temuan Senapan Bertulis "Welcome to Hell"
Densus 88: Pelaku Korban Bullying dan Terpapar Konten Kekerasan
Juru bicara Densus 88, Kombes Myandra Eka Wardhana, menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku diduga korban perundungan (bullying) di sekolahnya. Dia pun kemudian berniat balas dendam terhadap teman-temannya.
“Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan melakukan balas dendam. Selain itu, diduga kuat menghadapi masalah keluarga,” ujar Myandra.
Selain itu, pelaku juga diketahui tertarik dengan konten kekerasan di dunia maya. Selain itu, dia juga tergabung dalam True Crime Community (TCC).
Komunitas kejahatan itu pun telah dipantau aparat sejak akhir tahun lalu karena dinilai berpotensi memicu perilaku ekstrem pada remaja. TCC merupakan komunitas tanpa struktur resmi yang berkembang di berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, podcast, Reddit, dan X.
Barang Bukti
Dari peristiwa itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni:
- 5 gas portable yang direkatkan petasan, paku, dan pisau
- 6 botol bom molotov berisi bahan bakar dan sumbu kain
- 1 bilah pisau
Terkait insiden ini, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pipit Rismanto, menduga pelaku juga mengalami tekanan akibat kondisi keluarga.
“Kakek dan ayahnya sedang sakit. Ini berdampak pada kondisi psikis anak, karena meski masih kecil, ia sudah menanggung beban permasalahan keluarga,” ujar Pipit.
“Ini masih bersifat sementara. Kami terus mendalami untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” kata Pipit.
Artikel lainnya: Kecelakaan beruntun maut di Tol Cipali, 3 orang tewas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News