Prabowo sebut 'Orang desa tak pakai dolar', Gerindra angkat bicara

  • Arry
  • 18 Mei 2026 21:04
Ilustrasi uang pecahan dolar Amerika Serikat(ist/unsplash)

Newscast.id - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal 'orang desa tak pakai dolar' menuai sorotan. Parta Gerindra pun harus turun tangan menjelaskan maksud Ketua Umumnya itu.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menjelaskan, pernyataan soal orang desa tak pakai dolar tidak dipahami secara utuh oleh publik. Menurutnya, pernyataan Prabowo ditujukan agar masyarakat tidak panik dengan kondisi rupiah yang lemah terhadap dolar.

"Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat," kata Bahtra dalam keterangannya, Senin, 18 Mei 2026.

Bahtra menjelaskan Prabowo memahami betul dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang. Namun, Prabowo memiliki tanggung jawab untuk menjaga psikologi publik dan membangun optimisme nasional.

Baca juga
Rupiah melemah, Prabowo: rakyat desa nggak pakai dolar kok

"Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan colaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar," kata Bahtra yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Bahtra menilai pernyataan 'orang desa tidak pakai dolar' merupakan cara komunikasi sederhana Prabowo untuk menggambarkan, ekonomi di tingkat bawah tetap bergerak dan bertahan karena ditopang sektor riil domestik.

"Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi dalam negeri," imbuh Bahtra.

"Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar," lanjutnya.

"Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik," lanjutnya.

"Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional," tutup Bahtra.

Artikel lainnya: Ayu Ting Ting dikabarkan punya pacar baru: Doain aja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait