Tabrakan maut KRL vs KA Argo Bromo: Masinis ngerem 1,3 km sebelum tabrakan

  • Arry
  • 22 Mei 2026 07:51
KRL Commuter Line tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur(ist/ist)

Newscast.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan momen sebelum tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terjadi.

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyatakan, masinis KA Argo Bromo sempat melakukan pengereman sebelum menabrak KRL. Namun, pengereman hanya dilakukan sedikit.

“Masinis itu sudah mulai ngerem di 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan,” ucap Soerjanto dalam rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026.

“Dia taunya karena diinformasikan oleh PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampek,” tambahnya.

Baca juga
Pengakuan masinis KA Argo Bromo Anggrek: sinyal tetiba merah sebelum kejadian
Korban kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo tambah jadi 16, ini ididentitasnya

Soerjanto menjelaskan, dalam wawancara dengan masinis diketahui, pengereman dilakukan secara hati-hati. Hal ini dilakukan untuk mempertimbangkan keselamatan rangkaian.

"Berdasarkan hasil wawancara, KA Argo Bromo Anggrek, taktis pengereman dilakukan secara mempertimbangkan keselamatan terhadap rangkaian kereta yang dioperasikannya,” jelasnya.

Soerjanto menjelaskan, butuh jarak 900 hingga 1.000 meter untuk kereta aman berhenti dengan rem maksimal. Namun, KA Argo Bromo saat itu tak mengerem maksimal karena perintah rem sedikit-sedikit.

“Karena dia taunya dikomunikasi di dari pusat kendali, ada temperan di JPL 85, kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35, artinya banyak-banyak klakson,” tuturnya.

“Jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum karena informasi yang diterima dari PK Timur rem dikit-dikit dan sambil bunyikan klakson,” tambahnya.

Untuk diketahui, kecelakaan maut terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April malam. Saat itu KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line. Peristiwa itu menyebabkan 16 penumpang tewas dan 90 orang terluka.

Sebelum tabrakan dua kereta maut itu terjadi, KRL sempat menabrak taksi listrik Green SM di perlintasan kereta api dekat Stasiun Bekasi Timur.

Artikel lainnya: Menlu umumkan 9 WNI yang diculik Israel dibebaskan, kini menuju Turki sebelum ke RI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait