Newscast.id - Sebanyak 14 ribu orang memadati acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 20 Juli 2026. Acara ini diklaim membukukan transaksi hingga Rp5 triliun.
Acara nobar final Piala Dunia 2026 bertajuk "Festival Rakyat Bola Gembira" ini digelar Pemprov DKI Jakarta bersama TVRI, TNI, Polri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta berbagai pemangku kebijakan yang terlibat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan acara nobar yang digelar sejak siang hari itu menyajikan acara festuval rakyat yang dimeriahkan penampilan sejumlah musisi Tanah Air. Selain itu juga hadir sejumlah booth dari usaha mikro kecil menengan (UMKM).
“Kalau menurut informasi hampir 14.000 (pengunjung). Apalagi kegiatan dari pagi ini. Dari jam 2 (siang) aja udah ramai katanya. Makanya ini acara agak kita percepat supaya yang di luar bisa masuk supaya tidak terlalu berdesak-desakan,” kata Rano di lokasi.
Baca juga
Menangi drama 10 gol, Timnas Inggris juara 3 Piala Dunia 2026
“Malam ini malam terakhir kita bahagia, tapi artinya untuk menjelang pertandingan ini kita menghadapi dengan suka ria. Maka itu hari ini istilahnya Fetival Rakyat Bola Gembira. Memang final sepak bola tapi dikemas dalam festival rakyat,” jelas Rano.
Menurut Rano, perputaran ekonomi pada acara nobar final Piala Dunia ini diperkirakan mencapai Rp5 triliun.
“Ya tentu. Ini kan dengan Jakpreneur, apalagi kerja sama dengan Kadin. Berdasarkan informasi hampir 200 tenant yang ikut,” kata Rano.
“Tadi kita lihat kan dari hasil perputaran ekonominya bisa hampir 5 triliun. Jadi itu pergerakan ekonomi yang memang bisa digerakkan oleh masyarakat itu sendiri,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menilai dampak ekonomi dari penyelenggaraan final Piala Dunia tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga dari sektor perhotelan, restoran, kafe, hingga industri penyiaran.
“Tentunya ini kan dampak ekonomi ya. Saya yakin lebih besar lagi nilai ekonominya. Dari UMKM, dari hotel, restoran, dan kafe, kemudian juga dari dampak on air, off air, saya rasa ini sangat bagus,” kata Fiki.
“Tentunya kita akan proses evaluasi dari mulai proses penyiaran, aktivasi kegiatan, dan seterusnya. Kita akan memastikan peningkatan kualitas di layar kita di TVRI dan mudah-mudahan bisa banyak kolaborasi dengan teman-teman di sektor ekonomi kreatif, content creator, dan sebanyak-banyaknya stakeholders,” tambah Fiki.
Artikel lainnya: Rekomendasi 5 rawon legendaris di Surabaya, ada yang berdiri 86 tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News