Newscast.id - Kabinet Bayangan dan Center of Economic and Law Studies (Celios) merilis rapor dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berikut hasilnya.
Celios dan Kabinet Bayangan menyatakan, kinerja Kabinet Merah Putih mendapat rapor merah. Nilai akhir 4,7 dari 10.
"Penilaian kinerja 2 tahun kabinet Prabowo-Gibran. Penilaian kinerja kabinet; masyarakat umum sebesar 4,7 dari 10 dan berdasarkan Ahli 2,9 dari 10," kata Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira saat merilis hasil riset secara daring dikutip Senin, 12 Oktober 2026.
Celios dan Kabinet Bayangan menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di pemerintahan Prabowo-Gibran. Mulai dari pelaksanaan program prioritas, tata kelola pemerintahan, hingga kepemimpinan dan komunikasi publik.
Berikut rincian penilaian CELIOS dan Kabinet Bayangan:
1. Nilai kinerja Prabowo 2,8 per 10, Gibran 4,9 per 10
Kabinet Bayangan dan Celios merilis kinerja Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun pemerintahannya. Presiden Prabowo mendapatkan nilai 2,8/10 dari para ahli. Sementara masyarakat memberikan nilai 4,6/10.
"Untuk Gibran, ahli bilang 2,2 dari 10. Sementara untuk masyarakat umum menilai kinerja dari Wakil Presiden Gibran itu 4,9 dari 10," kata Bhima Yudhistira.
"Kemudian untuk masyarakat umum ditanya, pertanyaan yang sama, apakah ya, bagaimana Anda menilai kinerja Presiden Prabowo dalam menjalankan fungsinya sebagai kepala negara, itu nilainya 4,6 dari 10. Tetap ya di bawah angka 5," ungkap Bhima.
"Jadi keduanya sama-sama skornya sebenarnya di bawah angka 5, gitu," imbuh Bhima.
2. Mayoritas stres dengan kebijakan pemerintah
Kabinet Bayangan dan Celios juga mengungkapkan, ada pertanyaan yang meminta masyarakat mengungkapkan situasi kebatinan mereka selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Jawabannya adalah 75 persen itu merasa stres dengan kebijakan pemerintah. Dan spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto," kata Bhima.
"Kemudian, kepemimpinan dan komunikasi publik, persepsi ahli terhadap kapasitas kepemimpinan presiden, 71 persen, ini yang ditanya adalah pada ahli, pada 129 ahli menjawab 71 persen kapasitas kepemimpinan tidak memadai," kata dia.
3. 53 persen responden sebut kondisi ekonomi
Kabinet Bayangan dan Celios menyatakan, dalam survei terungkap sebanyak 53 persen responden menyatakan kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan, 92 persen responden ahli mengkhawatirkan arah kebijakan kepemimpinan Prabowo.
Sementara itu, responden juga menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi persoalan. Sebanyak 96 persen responden menilai penanganan karhutla tidak efektif.
Untuk diketahui, survei Kabinet Bayangan dan Celios ini melibatkan 129 responden ahli dengan berbagai latar belakang hingga wilayah domisili, serta pengalaman profesional yang beragam. Survei juga melibatkan 1.142 responden yang tersebar di berbagai provinsi.
Metode pengumpulan data dilakukan sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei terhadap masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads. Sedangkan responden ahli snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian yang relevan.
Artikel lainnya: Viral dugaan bullying mahasiswa baru Telkom University, ini respons pihak kampus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News