Survei: 55% pemilih Prabowo tak akan memilihnya kembali di Pilpres 2029

  • Arry
  • 13 Okt 2026 13:41
Presiden Prabowo Subianto(sekretariat presiden/youtube)

Newscast.id - Kabinet Bayangan dan Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) merilis survei evaluasi dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dari survei ditemukan fakta, sebanyak 55 persen responden pemilih Prabowo pada Pilpres 2024, menyatakan tidak akan memilih kembali Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Hanya 27 persen saja yang akan memilihnya kembali.

"Jadi jika ada pilpres mendatang, 55 persen itu bilang bahwa tidak akan memilih kembali Prabowo, dan 27 persen yang menjawab akan memilih kembali. Sisanya 19 persen tidak tahu," kata Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, dalam keterangannya dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.

Hal itu disampaikan Bhima dalam peluncuran laporan bertajuk "Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran".

Baca juga
2 Tahun Prabowo-Gibran, daftar 10 menteri dapat rapor merah: Pigai, Raja Juli, Nusron

Bhima juga menyampaikan hasil survei, berdasarkan penilaian kalangan ahli, kinerja Presiden Prabowo mendapatkan skor 2,8 dari skala 10. Sementara itu, masyarakat memberikan nilai 4,6 dari skala 10.

Survei Celios dan Kabinet Bayangan ini juga mengukur tingkat kepuasan dan beban psikologis masyarakat terhadap dinamika pemerintahan. Hasilnya, 75 persen responden merasa stres akibat dampak kebijakan pemerintah.

Secara spesifik, sebanyak 67 persen responden mengungkapkan, stres itu dipicu oleh gaya kepemimpinan Presiden.

Bhima pun mengungkapkan pandangan publik dan para pakar mengenai kriteria figur pimpinan nasional yang diharapkan pada Pemilu 2029.
Responden dari kelompok ahli menekankan tiga kualifikasi utama, yakni:

  • Komitmen yang kuat terhadap prinsip demokrasi, kebebasan sipil, dan penegakan hak asasi.
  • Integritas dan ketegasan dalam program pemberdayaan serta pemberantasan korupsi.
  • Kompetensi teknokratik dan penguasaan substansi kebijakan publik yang matang.

Sedangkan masyarakat mengutamakan sosok pemimpin yang memiliki kepedulian untuk mendengarkan aspirasi rakyat, yang dikombinasikan dengan komitmen pada nilai-nilai demokrasi serta pemberantasan korupsi.

Survei Celios dan Kabinet Bayangan itu juga mencatat pergeseran preferensi latar belakang calon pimpinan. Sebanyak 38 persen responden ingin calon presiden yang bukan berasal dari kader partai politik. Masyarakat mengusulkan kriteria lain seperti nilai religiusitas dan berusia muda.

Sebaliknya, kriteria latar belakang pengusaha serta penampilan fisik menarik menjadi indikator yang paling sedikit dipilih oleh responden.

Untuk diketahui, survei dilakukan pada 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei melibatkan 129 responden ahli dengan berbagai latar keahlian hingga wilayah domisili, dan pengalaman profesional yang beragam. Selain itu, survei ini juga melibatkan 1.142 responden yang tersebar di berbagai provinsi.

Survei Celios dan Kabinet Bayangan ini menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads, sementara responden ahli snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian yang relevan.

Artikel lainnya: Karhutla masih membara tapi belum jadi bencana nasional, ini alasan pemerintah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait