Menteri Haji Gus Irfan angkat 2 anaknya jadi tenaga ahli Kemenhaj

  • Arry
  • 24 Okt 2026 12:21
Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf(kementerian haji/kemenhaj.go.id)

Newscast.id - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, mengangkat dua anaknya menjadi tenaga ahli di Kementeriannya. Gus Irfan pun buka suara.

Dua anak Gus Irfan yang diangkat menjadi tenaga ahli Kemenhaj adalah Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz. Nama keduanya tercatat dalam Keputusan Menter Haji dan Umrah nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli.

Gus Irfan buka suara soal dua anaknya yang diangkat menjadi tenaga ahli. Menurutnya, hal tersebut bermula dari terbentuknya Badan Penyelenggara (BP) Haji pada akhir 2024. Saat itu, dia dan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak belum memiliki staf maupun fasilitas kerja.

"Hanya saya dengan Pak Bang Dahnil saja. Akhirnya Bang Dahnil disambut timnya di--kebetulan beliau dari Kementerian Pertahanan. Saya disambut santri-santri saya, dan sama anak saya," kata Gus Irfan dalam keterangannya ditulis Sabtu, 24 Oktober 2026.

"Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama tiga atau empat bulan," sambungnya.

Usai proses berjalan, lanjut Irfan, sebagian dari tim tersebut ditarik menjadi tenaga ahli. Sementara sisanya dikembalikan ke aktivitas asalnya.

"Sampai kemudian ada beberapa yang saya masukkan menjadi tenaga ahli, ada sebagian kembali ke basic-nya," ujarnya.

Dia mengklaim, langkah tersebut dilakukan secara terukur dan masih di bawah jatah maksimal yang diperbolehkan aturan. Selain itu, dia juga menyatakan tak menggunakan semua jatah staf khusus dan tenaga ahli yang diperbolehkan untuk direkrutnya sebagai menteri haji.

"Kementerian Haji, sebagai menteri, saya punya hak untuk menetapkan tiga staf khusus. Saya ambil cuma satu. Saya dapat lima tenaga ahli, saya ambil cuma empat," tuturnya.

Kebutuhan pegawai

Gus Irfan juga menyatakan, berdasarkan analisis jabatan pada 2026, Kementerian Haji membutuhkan 7 ribu pegawai. Namun, Kemenhaj saat itu baru memiliki 3.200 personel atau kurang dari 50 persen dari total kebutuhan.

"Karena itu semua sumber daya kita kerahkan. Termasuk outsourcing-outsourcing kita kerahkan untuk menutup kekurangan itu," katanya.

"Hari ini pun kita masih kekurangan. Dari kebutuhan 7 ribu pegawai kita mungkin baru 4 ribuan, masih kurang 3 ribu," klaim Gus Irfan.

"Pada saatnya nanti semua tenaga tercukupi maka outsourcing-outsourcing akan secara bertahap kita kembalikan-kembalikan lagi," kata Gus Irfan.

Artikel lainnya: Legislator Malaysia sentil Prabowo soal karhutla pakai bahasa Jawa: Paringi waras

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait