Heboh macan tutul di pemukiman warga di Puncak Bogor diduga lepas dari Taman Safari
- Arry
- 5 April 2026 12:38
Newscast.id - Warga di perkebunan teh Gunung Mas, Puncak, Bogor, dihebohkan dengan kehadiran seekor macan tutul. Hewan itu terjerat kawat di dekat pemukiman warga.
Kegaduhan ini bermula saat warga di Desa Tugu Selatan mendapati seekor macan tutul sudah berada di sekitar area dekat aktivitas manusia pada pagi hari pada Jumat, 3 April 2026. Kondisinya memprihatinkan, macan tutul itu terjerat kawat.
Kemunculan macan tutul itu menimbulkan keresahan warga, Sebab dalam beberapa hari terakhir terlihat berkeliaran di sekitar permukiman dan memangsa hewan ternak.
Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman menjelaskan, pihaknya menerima laporan langsung dari warga mengenai keberadaan macan tutul di lingkungan mereka. Menurutnya, macan tutul itu sudah terlihat sejak dua pekan terakhir dan sempat memangsa ternak warga.
Baca juga
Geger Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Diduga yang Kabur dari Lembang Park and Zoo
“Petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat, dan benar ditemukan adanya macan tutul di sekitar permukiman,” kata AKP Budi dalam keterangannya.
Kemudian pada Sabtu, 4 April, warga mendengar suara auman keras. Warga kemudian mendapati macan tutul terperangkap dalam jerat.
"Macan tutul diduga turun dari hutan sekitar dini hari. Saat ini macan tutul tersebut sudah dibawa ke TSI," kata Kepala Desa tugu Selatan.
Ketua Regional Gedepahala FK3I Jabar, Linggar Sonagar Risjoni, menjelaskan, macan tutul itu diduga keluar dari habitatnya karena ada gangguan.
"Merasa rumahnya terganggu, satwa tersebut keluar hingga ke permukiman. Karena di lokasi itu ada kawat sampah, dan bisa juga terkena jaring pemburu," kata Linggar.
Macan tutul itu akhirnya diamankan tim gabungan dari Taman Safari Indonesia dan BBKSDA Jawa Barat. Hewan liar itu langsung dipindahkan ke lokasi karantina untuk dipulihkan.
"Satwa telah berhasil dievakuasi dan menjalani proses observasi serta pemulihan sementara di lokasi penanganan. Seiring dengan semakin membaik kondisi satwa, telah dilaksanakan pelepasliaran yang dilakukan secara terkoordinasi," kata Manajer Marcom (Marketing Communication) TSI Bogor, Danang Wibowo,
Danang pun menegaskan, macan tutul yang ditemukan di pemukiman warga bukan milik Taman Safari. Macan tutul liar satwa asli kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
"Perlu kami tegaskan bahwa satwa tersebut merupakan satwa liar yang berada di habitat alaminya dan bukan bagian dari koleksi satwa TSI," ujar Danang Wibowo, dalam pernyataan resminya.
Artikel lainnya: 72 Siswa di Jaktim diduga keracunan usai santap menu spageti MBG