Sukses paksa Trump terima 10 poin proposal, Iran klaim menang perang

  • Arry
  • 8 April 2026 16:06
Perang Amerika-Israel vs Iran(@SaifeeArt/unsplash)

Newscast.id - Iran mengeklaim menenangi perang melawan Amerika Serikat yang sudah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Hal ini ditandai dengan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trum menerima 10 poin proposal gencatan senjata.

Dewan Keamanan Tertinggi Nasional (SNSC) Iran pada Rabu, 8 April, mengatakan, proposal yang mereka tawarkan mencakup jaminan tak ada lagi agresi, berlanjutnya kontrol Iran terhadap Selat Hormuz, relaksasi sanksi, dan penarikan pasukan AS dari kawasan dan pembayaran ganti rugi akibat perang.

Dilansir CNN dan Al Jazeera berdasarkan laporan media pemerintah Iran, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengeklaim, AS setuju atas proposal itu. Termasuk mencabut semua sanksi primer dan sekunder terhadap Iran dan menarik pasukan tempur AS dari semua pangkalan di kawasan tersebut.

Dewan juga menyatakan, AS juga setuju menerima pengayaan nuklir Iran dan mengakui kendali berkelanjutan Iran atas Selat Hormuz. "Pengoperasian terkontrol melalui jalur air tersebut akan dilakukan "dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran," tambahnya.

Baca juga
Trump umumkan tunda serangan, Iran buka Selat Hormuz

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengimbau warganya untuk menjaga persatuan dan melanjutkan perayaan kemenangan.

"Penting untuk menjaga persatuan nasional sepenuhnya selama periode ini dan melanjutkan perayaan kemenangan dengan penuh semangat," ujarnya.

Iran menyatakan, akan melakukan negosiasi dengan AS di Islamabad pada 10 April 2026.

"Negosiasi ini akan dimulai di Islamabad dengan ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, dan Iran akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk negosiasi ini. Waktu ini dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak," ujarnya.

Meski demikian, Iran menyatakan, tetap bersiaga terhadap sikap AS di tengah negosiasi tersebut.

"Tangan kita berada di pelatuk, dan begitu musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kita akan membalasnya dengan kekuatan penuh," katanya.

Baca juga
Iran ajukan 10 poin proposal ke AS: Pengayaan uranium hingga kontrol Selat Hormuz

Untuk diketahui, Trump telah menangguhkan serangan ke Iran selama 2 minggu. Syaratnya, Iran harus membuka Selat Hormuz.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" pernyataan Trump yang diunggah akun X Gedung Putih.

"Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan," jelas Trump.

Iran pun setuju dengan permintaan untuk membuka Selat Hormuz.

"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Artikel lainnya: Viral puluhan ribu motor untuk dapur MBG, ini penjelasan Kepala BGN

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan