Muncul wacana pemakzulan, Prabowo: Tak masalah, asal sesuai saluran
- Arry
- 9 April 2026 06:57
Newscast.id - Presiden Prabowo Subianto merespons isu pemakzulan yang mencuat di masyarakat. Menurutnya, tak ada masalah soal isu yang tengah berkembang, asalkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Prabowo menyatakan hal tersebut saat berpidato dalam rapat kerja dengan jajaran kementerian, lembaga, dan BUMN di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 8 April 2026.
Saat berpidato, Prabowo mulanya membahas soal konsensus demokrasi di Indonesia. Ketum Partai Gerindra itu menyatakan, kesepakatan berdemokrasi sudah dicapai sejak masa para pendiri bangsa.
"Jadi, saudara-saudara, kondisi seperti ini kita selalu berpegang teguh kepada konsensus-konsensus besar. Kita telah memilih bernegara secara demokrasi. Demokrasi, kedaulatan di tangan rakyat. Tidak ada masalah," kata Prabowo.
Baca juga
Isu 'Gulingkan Prabowo', ini penjelasan Saiful Mujani: Bukan makar
Menurut Prabowo, pemerintah yang tidak baik bisa diganti dalam sistem demokrasi. Yakni melalui mekanisme yang baik dan damai lewat pemilihan umum.
"Bisa juga melalui impeachment, tidak ada masalah. Tapi impeachment ya melalui saluran," tutur mantan menteri pertahanan ini.
Prabowo pun memberikan sejumlah presiden Indonesia yang turun melalui mekanisme pemakzulan. Mereka adalah Presiden Soekarno dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Mengenai Presiden ke-2 RI, Soeharto, Prabowo menyatakan mantan mertuanya itu mengundurkan diri dari jabatannya pada 1998 dengan damai meski ada tekanan dari pendemo.
Untuk diketahui, isu pemakzulan ini mencuat usai dilontarkan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. Menurutnya, cara ini adalah upaya untuk menyelamatkan Indonesia.
“Kalau menasihati Prabowo enggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo, tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ucap Saiful.
Artikel lainnya: Piala AFF Futsal 2026: Tekuk Australia dengan dramatis, Timnas Indonesia juara grup