Kecelakaan maut KA Argo Bromo vs Avanza, 4 orang rombongan pengantar haji tewas

  • Arry
  • 1 Mei 2026 21:31
KA Argo Bromo tertemper Toyota Avanza di Grobogan, Jawa Tengah(ist/ist)

Newscast.id - Kecelakaan kereta kembali terjadi. Kali ini kembali melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Toyota Avanza. Empat orang yang merupakan rombongan pengantar haji tewas di lokasi.

Kecelakaan ini terjadi di area perlintasan di jalan umum Tuko - Sidorejo, Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan Jumat, 1 Mei 2026 dini hari WIB. Area perlintasan itu dikelola swadaya oleh warga setempat.

Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, mengatakan menerima laporan kecelakaan itu sekitar pukul 03.50 WIB. Kereta api yang terlibat dalam kecelakaan ini adalah Argo Bromo Anggrek.

Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, mengungkapkan kronologi kecelakaan KA Argo Bromo vs Avanza.

Baca juga
Profil Green SM, taksi listrik yang diduga pemicu tabrakan KRL-KA Argo Bromo Anggrek

"Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP, berpenumpang 9 orang, berjalan dari arah selatan atau Sidorejo menuju ke arah utara atau Purwodadi dengan kecepatan sedang," kata Eko dalam keterangannya.

"Sesampainya di TKP, Toyota Avanza berhenti atau mesin mati di jalur rel sebelah selatan. Pada saat bersamaan dari arah barat menuju ke timur di jalur rel sebelah selatan berjalan Kereta Api Argo Bromo Anggrek," terang Eko.

"Karena jarak sudah dekat, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak body depan kiri dari Toyota Avanza hingga mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter dan menabrak tiang Indihome. Kemudian mobil terjatuh ke selatan masuk ke sawah," ungkap Eko.

"Kurang hati-hatinya Toyota Avanza karena pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi Kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan atau ada isyarat lain," ujar Eko.

Baca juga
Pengakuan masinis KA Argo Bromo Anggrek: sinyal tetiba merah sebelum kejadian

Respons PT KAI Daop Semarang

PT KAI melalui DAOP 4 Semarang menjelaskan kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir - Surabaya Pasarturi. KA itu tertemper mobil di JPL 52 KM 29+800 di jalur hulu antara Stasiun Panunggalan - Stasiun Kradenan pada pukul 02.52 WIB dini hari.

Akibat kecelakaan itu, KA Argo Bromo Anggrek Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB guna dilakukan pemeriksaan kondisi sarana.

Usai pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Argo Bromo Anggrek berangkat kembali dari Stasiun Kradenan pada pukul 02.56 WIB.

"PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut," ujar Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif dalam keterangan yang diterima.

PT KAI Daop 4 Semarang mengimbau masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal tersebut sesuai dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian.

"Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api," katanya.

"KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan," imbuh Luqman.

Artikel lainnya: Banjir hingga 1,3 meter genangi 31 RT di Jakarta pada Jumat 1 Mei pagi

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan