Alasan mahasiswa geruduk diskusi Budiman Sudjatmiko Cs di UGM: Mereka harus diteriaki
- Arry
- 16 Juni 2026 17:36
Newscast.id - Acara diskusi di Universitas Gadjah Mada yang dihadiri tiga pejabat pemerintahan berakhir ricuh usai digeruduk mahasiswa pada Senin, 15 Juni 2026 malam. Ini ternyata alasan mahasiswa harus menggeruduk acara tersebut.
Acara diskusi bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid; Wakil Menteri Pertanian Sudaryono; dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. Diskusi bertemakan 'Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia'.
Mahasiswa yang menggeruduk acara diskusi ini mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa UGM. Mereka mengklaim telah hadir lebih dulu untuk menyaksikan acara diskusi.
"Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, selama mereka masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat," kata Mesa dari Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, yang ikut aksi malam itu.
Baca juga
Kronologi mahasiswa geruduk diskusi di UGM: Budiman diteriaki Penjilat Prabowo-Gibran
"Saat ini mereka [pemerintah] tidak hanya bisa dibisiki, tapi memang harus diteriaki. Mereka memang harus didatangi karena tidak ada cara yang efektif selain cara itu. Bahkan ketika itu dilakukan, tidak ada jaminan bahwa mereka merasa bersalah," lanjut Mesa yang ditemui selepas aksi.
"Aksi kejar-kejaran itu sebetulnya karena mereka menghindar," ujar Mesa.
Mesa pun menyoroti kehadiran Budiman Sudjatmiko. Dia menilai, Budiman pernah menjadi sosok inspirasi menjadi aktivis. Namun, kini Budiman justru dinilai telah berkhianat.
"Dan jika kami dianggap jahat, merusuh, atau apa pun itu, sesungguhnya kejahatan mereka sangat-sangat lebih besar karena ada banyak rakyat yang tanahnya dirampas, meja makannya tidak diisi oleh makanan. Karena apa? Karena tanah bertani mereka digunakan untuk PSN yang ditanami ubi, jagung, dan sebagainya yang tidak jelas," ucap Mesa.
Mesa menegaskan, mahasiswa di UGM tidak alergi jika ada pejabat yang akan datang. Namun, dia meminta agar para pejabat itu tidak membawa data-data hasil rekayasa. Dipilah agar terlihat positif di mata publik.
"Jika mereka berbohong, menipu, inilah yang akan kami lakukan. Untuk apa? Untuk mengingatkan bahwasannya kalian tidak bisa membodohi kami," tegasnya.
Artikel lainnya: Pesawat pengebom B-52 milik AS jatuh usai lepas lanas, 8 orang tewas