Istana pastikan latihan militer dilanjutkan meski 5 calon manajer Kopdes meninggal
- Arry
- 29 Juni 2026 19:19
Newscast.id - Istana Kepresidenan memastikan latihan dasar kemiliteran atau latsarmil tetap dilanjutkan di tengah munculnya kasus meninggalnya 5 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, memastikan, pihak panitia akan melakukan perbaikan untuk latsarmil bagi peserta sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI).
"Iya, kan kemarin dari Kementerian Pertahanan kan sudah juga menyampaikan kan mengenai peristiwa tersebut dan beberapa langkah yang diambil untuk pertama tentu menyampaikan bela sungkawa, kemudian juga akan mengambil langkah-langkah perbaikan di dalam proses pendidikan dan pelatihan Manajer Koperasi Merah Putih," kata Juri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
"Dan tentu saja masukan dari masyarakat, dari berbagai pihak untuk peristiwa itu tentu didengar oleh pemerintah, diperhatikan, dan itu menjadi bahan untuk mengevaluasi supaya proses pelatihan ini menjadi lebih baik gitu," ujarnya.
Baca juga
Calon manajer Kopdes yang meninggal saat dilatih militer jadi 5, ini identitasnya
"Jadi, tapi secara umum tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja, sehingga pelatihan tetap jalan terus, tetapi masukan dari berbagai pihak tentu diperhatikan," lanjutnya.
Juri menjelaskan, pelatihan itu bertujuan agar para calon manajer kopdes memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan dalam menjalankan tugasnya.
"Jadi, latihan-latihan yang sifatnya pembekalan pada mental ideologi itu yang juga diberikan kepada mereka. Jadi semuanya tetap berjalan tetapi diperbaiki, dievaluasi supaya lebih baik," ujarnya.
Juri pun menegaskan, Presiden Prabowo Subianto terus memantau memantau kabar duka meninggalnya 5 peserta SPPI. Ia meyakini pihak panitia sudah melakukan mitigasi dan antisipasi agar tidak terjadi hal serupa.
"Ya sudah, Pak Presiden mengikuti. Evaluasi itu atau perbaikan-perbaikan itu terus ya dilakukan, tapi intinya adalah memitigasi supaya tidak terjadi apa namanya, masalah seperti yang sudah terjadi, meninggalnya lima orang itu tadi. Jadi insyaallah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban," ujarnya.
Berikut nama-nama peserta SPPI yang meninggal dunia:
1. Yonanda Muhammad Taufiq
2. Anisa Muyassaroh
3. Novia Rahmadhani Sihotang
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
5. Nola Dya Sari.
Artikel lainnya: Batalkan pesanan Gocar, kini bakal dikenai biaya Rp3.000