Bocah 4 tahun tewas usai terperosok galian proyek di Tebet Jaksel, ini kronologinya

  • Arry
  • 29 Juni 2026 23:15
Garis Polisi(ist/ist)

Newscast.id - Seorang bocah berinisial I, 4 tahun, meninggal dunia usai terperosok ke lubang proyek pembangunan lapangan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Bocah itu tewas di tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Tebet, AKP Ischak, mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian bermula saat korban bermain bersama sejumlah temannya di sekitar lokasi proyek pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Di tengah permainan, bocah itu terperosok ke lubang fondasi proyek sedalam 3,5 hingga 4 meter yang berada di Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

"Berdasarkan hasil pengecekan di TKP, pada Sabtu, 27 Juni 2026 sekitar pukul 23.40 WIB, Polsek Tebet menerima laporan dari warga terkait adanya seorang anak yang terperosok ke dalam lubang proyek Lapangan Multifungsi Taman RW 04, Kelurahan Manggarai," kata Ischak, saat dikonfirmasi, Senin, 29 Juni 2026.

Bcaa juga
Jalan berlubang bekas banjir di Jakarta makan puluhan korban

Setelah menerima laporan tersebut, personel Polsek Tebet langsung mengevakuasi korban. Proses evakuasi yang dilakukan bersama petugas gabungan itu dilakukan secara manual.

Kondisi lubang yang sempit membuat proses evakuasi terhambat. Tim pun kemudian mengerahkan alat berat untuk mempermudah proses.

Menurut Ischak, korban akhirnya berhasil dikeluarkan usai proses evakuasi yang berlangsung beberapa jam itu. Saat dievakuasi, kondisi korban lemas, dan tim langsung membawa ke rumah sakit.

"Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.55 WIB dan selanjutnya dibawa ke RSCM untuk penanganan medis," kata dia.

Namun, di tengah pengobatan di rumah sakit, korban dilaporkan meninggal dunia. Polisi belum dapat menyampaikan penyebab kematian korban lantaran pihak keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Terkait penyebab meninggalnya korban, kami belum dapat menyampaikan karena hal tersebut merupakan kewenangan tim medis. Selain itu, pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," ujar Ischak.

Menurutnya, saat ini polisi pun tengah menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa saksi-saksi.

"Kami akan mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata dia.

Artikel lainnya: Istana pastikan latihan militer dilanjutkan meski 5 calon manajer Kopdes meninggal

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan