Bahlil dan Purbaya kompak mau batasi subsidi Pertalite

  • Arry
  • 11 Agustus 2026 19:11
Pengisian BBM Pertalite di SPBU Pertamina(bumn/bumn.go.id)

Newscast.id - Pemerintah berencana membatasi subsidi untuk BBM jenis Pertalite. Masyarakat mampu berpotensi tidak akan lagi bisa membeli BBM subsidi tersebut.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Usai rapat, Purbaya mengatakan, pembatasan konsumsi Pertalite akan dilakukan bertahap. Pembatasan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

"Tadi kami membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang kuartil 9-10, supaya nanti, bukan sekarang, ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangin secara bertahap," kata Purbaya.

Baca juga
Daftar mobil yang dilarang isi Pertalite mulai 1 Juni 2026, Pertamina bilang gini
Viral harga asli Pertalite lebih mahal dibanding Pertamax, ini penjelasan Pertamina

"Kita sudah menguji sistem, Pertamina punya sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa saja yang di desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi. Dia mesti bayar harga Pertamax atau yang lain," imbuhnya.

Namun, Purbaya belum membeberkan berapa banyak potensi penurunan konsumen maupun subsidi yang digelontorkan setelah pembatasan konsumsi Pertalite tersebut. Sebab, saat ini harga minyak mentah dunia masih berfluktuasi di kisaran USD 80-100 per barel.

"Konsumsi mungkin tetap akan sama, cuma subsidi akan berkurang karena sebagian terpaksa beli yang tidak bersubsidi kan. Kita lihat nanti seperti apa, kita sedang pelajari sistemnya yang jelas saya sudah lihat sistemnya bisa dijalankan mobil per mobil atau desil per desil, yang jelas kita incar adalah yang atas aja supaya mereka beli sesuai dengan kemampuan mereka," tegas Purbaya.

Sementara itu, Bahlil mengatakan saat ini masih banyak masyarakat mampu yang menggunakan kendaraan mewah tapi masih mengkonsumsi Pertalite.

"Selama ini, kan, kita tahu teman-teman, sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam," tutur Bahlil.

"Nanti, kan, ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri tadi," ujarnya.

"Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai dengan sekarang, kami punya komitmen atas dasar perintah Bapak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik," tegas Bahlil.

Artikel lainnya: Pendakwah KH Anwar Zahid alami kecelakaan di Bojonegoro, mobilnya diseruduk truk

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan