Polda Metro minta maaf soal deklarasi mahasiswa: Raffi Ahmad & Willie Salim tamu
- Arry
- 1 November 2026 12:45
Newscast.id - Polda Metro Jaya meminta maaf atas polemik 'Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026' yang digelar di Bundaran HI, Jakarta pada 29 Oktober.
Dalam keterangannya, Polda Metro Jaya juga mengungkapkan status Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad dan sejumlah influencer seperti Willie Salim. Menurutnya, mereka hadir sebagai tamu undangan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengakui kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda yang dihadiri Raffi Ahmad selaku Utusan Khusus Presiden dimaknai berbeda oleh masyarakat.
"Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi," ujar Budi Hermanto dalam keterangannya, dikutip Minggu, 1 November 2026.
Baca juga
Sari, peserta aksi 29 Oktober buka suara: Saya bukan mahasiswa UBSI
"Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda," jelasnya.
Budi Hermanto menegaskan, Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa bukan tandingan dari aksi penyampaian pendapat di muka umum yang digelar pada 28 Oktober 2026. Ia memastikan soal mahasiswa gadungan yang ada di deklarasi tersebut dalam penyelidikan kepolisian.
"Mahasiswa yang diduga gadungan dilakukan penyelidikan pihak kepolisian," imbuhnya.
Ia menambahkan, Polda Metro Jaya menghormati setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Polda Metro Jaya juga senantiasa menerima setiap kritik dan masukan sebagai evaluasi pelayanan Polri yang lebih baik ke depan.
"Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik," pungkasnya.
Artikel lainnya: Harga BBM Pertamina di seluruh Indonesia per 1 November 2026, ada yang naik?