Polemik mahasiswa bayaran di acara Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad akhirnya buka suara

  • Arry
  • 31 Okt 2026 13:18
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dan influencer Willie Salim hadiri deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI(ist/ist)

Newscast.id - Acara deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 menuai sorotan. Mahasiswa yang hadir dalam acara yang dihadiri Raffi Ahmad dan sejumlah influencer mengaku adalah bayaran.

Acara tersebut diinisiasi Polda Metro Jaya dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Acara mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia" dan diikuti sekitar 100 mahasiswa serta sejumlah elemen masyarakat.

Acara itu dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dan sejumlah influencer seperti Willie Salim hingga Chika Jessica. Sejumlah mahasiswa hadir lengkap dengan mengenakan jaket almamaternya.

Kehadiran mahasiswa dalam acara itu mendapat sorotan. Sebab, setelah acara diketahui identitas mereka adalah bukan mahasiswa dan mendapat bayaran.

Sorotan menguat setelah beredar video seorang pria yang mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira).

Dalam sebuah video, pria yang diketahui bernama Bayu Setiadi alias Dino itu tampak memberikan klarifikasi yang difasilitasi oleh pihak organisasi mahasiswa Undira.

Dalam keterangannya, Bayu mengaku bukan mahasiswa Undira. Dia mengungkapkan, kehadirannya dalam kegiatan deklarasi tersebut berdasarkan undangan sebuah komunitas dan mendapatkan bayaran.

Dia pun menjelaskan, jas almamater yang dikenakannya diberikan kepadanya tanpa mengetahui asal-usul atribut tersebut.

Pengakuan Bayu ini pun kemudian memunculkan kesan adanya dugaan pengerahan peserta bayaran yang kemudian disuruh menggunakan jas almamater berbagai universitas.

Nama Raffi Ahmad pun mendapat sorotan. Dia disebut-sebut berada di balik pengerahan massa bayaran tersebut. Termasuk menghadirkan sejumlah artis dan influencer seperti Willie Salim.

Pengakuan Raffi Ahmad dan Willie Salim

Raffi Ahmad pun akhirnya buka suara dan mengunggah pernyataan di akun miliknya dan akun Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Dalam unggahannya, suami Nagita Slavina tersebut mengaku diundang dan tidak mengetahui susunan acara maupun pihak-pihak yang akan hadir.

Klarifikasi Raffi Ahmad

"Assalamualaikum Wr Wb. Selamat malam, izinkan saya untuk meluruskan informasi yang sedang berkembang di media sosial saat ini," tulis Raffi dikutip Sabtu, 31 Oktober 2026.

"Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara. Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir."

"Saya juga ingin menegaskan bahwa tuduhan mengatur kemunculan salah satu merek tidak benar. Gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri jauh sebelum acara dan tidak berkaitan dengan kehadiran saya."

"Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting."

"Saya selalu terbuka terhadap kritik dan masukan, tentunya kritik yang didasarkan pada fakta, bukan tuduhan atau fitnah dari dugaan yang tidak benar, terlebih jika menyangkut keluarga. Mari memastikan kebenaran informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya."

"Mohon maaf dan terima kasih atas perhatiannya. Semoga kita semua selalu dijaga dalam kebaikan," tutup Raffi.

Sementara itu Willie Salim mengaku datang karena menerima undangan dan ingin memberikan dukungan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

"Saya hadir karena mendapatkan undangan. Saya tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta acara, serta tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apa pun," tulis Willie dikutip dari instagram pribadi miliknya.

"Namun, saya menyadari bahwa saya seharusnya lebih teliti dalam memahami keseluruhan konteks kegiatan yang saya hadiri. Terlepas dari apa pun niat saya, keputusan untuk hadir tetap menjadi tanggung jawab saya pribadi," lanjutnya.

"Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf atas kurangnya ketelitian saya dan kekecewaan yang timbul dari kehadiran saya," ungkapnya.

Artikel lainnya: Ramai pembalut kena pajak 11%, Ditjen Pajak buka suara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait