Misteri dentuman keras di Bandung, BMKG bicara soal Anak Krakatau hingga Danau Purba
- Arry
- 5 September 2026 14:58
Newscast.id - Dentuman keras terdengar di wilayah Bandung Raya, Jawa barat pada Jumat, 4 September hingga Sabtu, 5 September 2026 dini hari, atau sekira pukul 23.00 WIB hingga 01.00 WIB.
Dentuman itu membuat kaca hingga pintu rumah warga di Bandung Raya bergetar. BMKG buka suara soal fenomena misterius ini.
"Jadi, fenomena ini juga pernah terjadi di wilayah Bogor, itu bulan April 2020 yang kita kenal dengan fenomena skyquake," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, dalam konferensi pers, Sabtu, 5 September 2026.
Suaidi menjelaskan, BMKG melakukan monitoring kegempaan, aktivitas petir, kondisi cuaca, hingga medan magnet bumi pada waktu fenomena tersebut dilaporkan terjadi. Hasilnya, tidak ditemukan adanya aktivitas kegempaan di Bandung Raya pada waktu tersebut.
Baca juga
Heboh Dentuman Misterius di Langit Yogyakarta: Suara Gunung Merapi atau Sonic Boom?
"Kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya termasuk Bandung Raya pada periode tersebut secara umum terpantau cerah. Berdasarkan hasil pemantauan dari data kegempaan BMKG, tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan," katanya.
Selain itu, BMKG juga memantau aktivitas petir di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. Hasilnya pun juga tak ditemukan aktivitas petir yang signifikan di wilayah Bandung Raya pada waktu dentuman dilaporkan terdengar.
"Konsentrasi thunderstorm atau petir yang sangat dominan justru berada di wilayah Krakatau. Menariknya adalah di Kota Bandung dan sekitarnya itu sedikit sekali petir," ujar Suaidi.
Karena tidak ditemukan aktivitas kegempaan maupun petir, BMKG mengategorikan suara dentuman tersebut sebagai skyquake.
"Nah, istilah dalam akademis bahwa aktivitas tersebut di Bandung Raya dan sekitarnya kita definisikan sebagai skyquake atau dentuman langit, atau disebut juga dengan gempa langit," katanya.
"Skyquake ini fenomenanya masih belum bisa dijelaskan secara akademis terkait dengan dentuman ini. Karena pertama, dari segi kegempaan itu tidak ada, dari segi aktivitas petir juga tidak ada," ujarnya.
Baca juga
Geger benda misterius diduga rudal nyasar melintas di Lampung, Ini penjelasan BRIN
BMKG ungkap soal aktivitas Anak Krakatau dan Danau Purba
Dalam pemeriksaan yang dilakukan, BMKG menemukan aktivitas vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau pada waktu yang berdekatan dengan laporan dentuman di Bandung Raya.
"Dari citra satelit yang kita dapat dari Himawari, pada jam yang kita curigai ternyata di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya itu tidak ada aktivitas pengumpulan awan. Justru pada jam yang sama itu terekam adanya aktivitas vulkanik di Krakatau," katanya.
Meski demikian, temuan tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Krakatau merupakan sumber dentuman yang terdengar di Bandung Raya.
Suaedi mengungkapkan, jika dentuman diakibatkan aktivitas Gunung Anak Krakatau, fenomena ini tidak terdengar di wilayah yang lebih dekat dengan Krakatau seperti Jakarta, Bogor, dan sejumlah wilayah Banten.
"Masalahnya adalah dentuman tersebut hanya terdengar di wilayah Bandung Raya sekitarnya. Tidak terdengar di Jakarta, tidak terdengar di Kabupaten Bogor, di Kota Bogor sendiri, dan Banten dan sekitarnya," ujar Suaidi.
"Ini yang menjadi fenomena yang sangat menarik yang mungkin belum kita bisa ungkap," katanya.
"Kalau seandainya memang terjadi letupan gunung api yang bisa terdengar di Kota Bandung, misalnya dibawa angin, anginnya tuh dari timur ke barat. Artinya, harusnya kita enggak bisa mendengar juga untuk Kota Bandung dan sekitarnya," ujarnya.
Suaidi juga mengungkapkan soal kemungkinan fenomena skyquake berkaitan dengan aktivitas gas metana. Salah satu dugaannya adalah adanya aktivitas gas metana di kawasan Danau Purba Bandung.
"Nah, ini yang menjadi suatu pertanyaan. Mungkin nanti teman-teman geologi, Badan Geologi bisa melakukan penelitian ini," kata Suaidi.
BMKG menyatakan, saat ini fenomena dentuman tersebut sebagai skyquake atau dentuman langit. BMKG pun masih terus mengkaji penyebab dentuman misterius itu.
Artikel lainnya: Lowongan kerja KAI Group 2026: Ini syarat pendaftaran dan formasinya