Kepala Basarnas: Tak ada korban pesawat ATR 42-500 selamat, tapi berharap mukjizat

  • Arry
  • 21 Jan 2026 10:25
Temuan serpihan pesawat ATR 42-500 di Puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan(ist/ist)

Newscast.id - Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syafi'i memastikan tak ada korban selamat dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Meski demikian, dia berharap ada mukjizat.

"Tidak ada. Saya sampaikan kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup," kata Marselak Madya Syafi'i di Jakarta, 20 Januari 2026.

Syafi'i menjelaskan, ada sejumlah kecelakaan pesawat, pernah ditemuka korban selamat. Padahal kondisi pesawat hancur.

"Karena pernah itu kejadian ada pesawat crash, kemudian kondisinya sama, terburai pesawatnya, tapi ternyata ada penumpang yang terlempar, kemudian mati suri, beberapa hari ditemukan dalam kondisi hidup," tuturnya.

Baca juga
Tim SAR temukan korban kedua pesawat ATR 500 di jurang 500 m: jenis kelamin perempuan

"Jadi kita akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban, sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT," imbuh Syafi'i.

Untuk diketahui pesawat ATR 42-500 membawa 10 awak yakni 7 kru dan 3 penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka adalah:

Kru pesawat:

  • Kapten Andi Dahananto;
  • Muhammad Farhan Gunawan;
  • Restu Adi;
  • Dwi Murdiono;
  • Florencia Lolita;
  • Esther Aprilita.
  • Tidak disebutkan namanya

3 Penumpang Pegawai KKP

  • Ferry Irrawan, pangkat Penata Muda tingkat 1 jabatannya adalah Analis Kapal Pengawas.
  • Deden Mulyana, pangkat Penata Muda tingkat 1, jabatannya Pengelola Barang Milik Negara.
  • Yoga Nauval, operator foto udara

Pesawat ATR 42-500 hilang kontak usai terbang dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Saat itu, pesawat sedang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk misi surveilans wilayah perairan Indonesia.

Sebanyak dua jenazah sudah ditemukan. Dua jenazah itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Artikel lainnya: Prabowo cabut izin 28 perusahaan imbas bencana di Aceh, Sumut, Sumbar; ini daftarnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait