Newscast.id - Cuaca panas melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya. Gubernur Pramono Anung mengungkapkan prediksi BMKG terbaru.
Pramono menyatakan, BMKG memperkirakan cuaca panas di Jakarta akan terjadi dalam beberapa hari saja. Setelah itu diperkirakan akan turun hujan.
“Jadi untuk, memang diperkirakan BMKG pada satu, dua, tiga hari ini cuacanya cukup panas, termasuk hari ini,” kata Pramono usai menghadiri upacara Melasti di Pura Segara, Jakarta Utara, Minggu, 15 Maret 2026.
“Dan untuk itu, kita hanya bisa mengimbau karena memang di beberapa tempat masih ada gerimis dan sebagainya,” ujar Pramono.
Pramono menyebut, prediksi BMKG menyatakan kemungkinan adanya hujan saat mendekati perayaan Nyepi maupun Idul Fitri.
“Sehingga dengan demikian pada saat nanti Idul Fitri dan prediksinya pada saat Nyepi akan ada curah hujan. Jadi untuk warga di Jakarta enggak perlu khawatir, kita udah terlalu biasa dengan panas-panas yang ada,” pungkas dia.
Penyebab cuaca Jakarta panas
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengungkapkan, hawa panas di Jakarta dipicu minimnya tutupan awan hingga fenomena atmosfer global yang sedang berlangsung.
“Hasil pengamatan BMKG dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa suhu maksimum mencapai kisaran 34-36 celcius,” kata Fachri.
Baca juga
Cuaca Jakarta panas banget akhir-akhir ini, BMKG beri penjelasan
“Kondisi ini terjadi karena langit relatif cerah dengan tutupan awan yang sangat sedikit, sehingga sinar matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal sejak pagi hingga siang hari,” ujar Fachri.
“Ketika awan konvektif yang biasanya membantu menahan dan memantulkan sebagian radiasi matahari tidak banyak terbentuk, pemanasan permukaan menjadi lebih kuat. Akibatnya, suhu udara terasa lebih tinggi dan kondisi siang hari menjadi lebih terik,” lanjutnya.
Selain itu, lanjut dia, ada perubahan kondisi atmosfer yang membuat pembentukan awan hujan menjadi lebih sedikit. Salah satunya berkaitan dengan fase kering dari fenomena atmosfer global Madden–Julian Oscillation.
“Situasi ini berkaitan dengan fase kering dari Madden–Julian Oscillation (MJO) yang sedang melintasi wilayah Indonesia bagian barat. Pada fase ini, aktivitas pembentukan awan dan hujan (konveksi) cenderung melemah,” kata Fachri.
“Ketika konveksi melemah, peluang terbentuknya awan hujan menjadi lebih kecil sehingga cuaca cenderung cerah. Dampaknya, radiasi matahari lebih dominan pada siang hari dan suhu udara di wilayah seperti Jakarta dan Jawa dapat terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir,” tambahnya.
“Faktor lain yang berkontribusi adalah terbentuknya pusat tekanan rendah di bagian utara Australia yang menyebabkan awan-awan berkumpul di sana sehingga seolah terjadi ‘kekosongan awan’ di atas wilayah Indonesia bagian barat,” kata dia.
Artikel lainnya: Kapan Lebaran Idulfitri 2026? Ini versi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, BMKG-BRIN
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News