Masyarakat sipil bentuk kabinet bayangan rival Kabinet Prabowo, ini daftar menterinya

  • Arry
  • 29 Jul 2026 13:25
Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah(kemenpan rb/panrb.go.id)

Newscast.id - Masyarakat sipil, akademisi, dan peneliti resmi membentuk Kabinet Bayangan. Kabinet ini dibentuk untuk mengkritisi dan mengawasi kebijakan pemerintah secara lebih efisien serta gesit.

Kabinet Bayangan dibentuk pada 17 Juli 2026. Inisiatornya adalah Ahmad Jilul Qur'ani.

Jilul menjelaskan, jaringan masyarakat sipil menyaring 121 orang yang diusulkan masuk ke kabinet. Dari jumlah itu, kemudian diciutkan menjadi 102 nama yang dipertimbangkan.

Setelah berbagai pertimbangan, Kabinet Bayangan akhirnya memilih 15 nama yang akan mengisi 15 pos kementerian. Para menteri ini dipilih berdasarkan keahlian masing-masing.

Baca juga
Prabowo juluki jurnalis-pengamat sebagai londo ireng

"Kabinet ini adalah zaken kabinet yang disusun berdasarkan meritokrasi, bukan berdasarkan bagi-bagi kekuasaan. Presiden Prabowo pernah menjanjikan zaken kabinet, namun gagal mewujudkannya," ungkap Jilul di dalam keterangan yang dikutip Rabu, 29 Juli 2026.

"Kami membuktikan sebaliknya, rakyat bisa membentuk zaken kabinetnya sendiri," imbuhnya.

Jilul menjelaskan, dalam pemilihan 15 menteri itu, pihaknya melibatkan panel seleksi independen dalam pemilihan anggota Kabinet Bayangan. Mereka adalah Erry Riyana Hardjapamekas, Bivitri Susanti, hingga Zainal Arifin Mochtar.

Dalam memberikan penilaian, panel memiliki enam kriteria yang dijadikan sebagai acuan seleksi anggota Kabinet Bayangan yaitu berintegritas, kompeten dan punya rekam jejak publik, berusia di bawah 50 tahun, kritis dan berani, berpihak pada rakyat serta non-partisan.

Siapa saja 15 nama anggota Kabinet Bayangan?

Jumlah anggota Kabinet Bayangan mencapai 15 orang. Jumlah ini jauh lebih minim dibanding jumlah menteri di Kabinet Merah Putih di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Jilul menyatakan, pihaknya turut mengkritisi lewat jumlah anggota kabinet yang ramping. Justru dengan kabinet yang ramping, pemerintahan katanya bisa berjalan lebih efisien dan gesit.

Berikut daftar menteri Kabinet Bayangan dan perbandingannya dengan Kabinet Merah Putih:

  1. Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari, counterpart: Menteri Sekretaris Negara (Prasetyo Hadi), Kepala Staf Presiden (Dudung Abdurachman) dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Muhammad Qodari)
  2. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara: Armand Suparman, counterpart: Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian), Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Djamari Chaniago), Kapolri (Listyo Sigit Prabowo), dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Yandri Susanto)
  3. Menteri Luar Negeri: Shofwan Al-Banna Choiruzzad, counterpart: Menteri Luar Negeri (Sugiono)
  4. Menteri Pertahanan: Curie Maharani, counterpart: Menteri Pertahanan (Sjafrie Sjamsoeddin)
  5. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati, counterpart: Menteri PPPA (Arifatul Choiri Fauzi) dan Menteri HAM (Natalius Pigai)
  6. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona, counterpart: Menteri Koordinator Bidang Hukum (Yusril Ihza Mahendra), Menteri Hukum (Supratman Andi Agtas), Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Agus Andrianto), Menpan RB (Rini Widyantini) dan Jaksa Agung (ST Burhanuddin)
  7. Menteri Perekonomian: Media Wahyudi Askar, counterpart: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Airlangga Hartarto), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang), Menteri Investasi dan Hilirisasi (Rosan Roeslani), Menteri UMKM (Maman Abdurahman), Menteri Koperasi (Ferry Juliantono), Menteri Perdagangan (Budi Santoso), BP BUMN (Donny Oskaria), Menteri Pariwisata (Widiyanti Putri Wardhana), Menteri Ekonomi Kreatif (Teuku Rifky)
  8. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara, counterpart: Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa)
  9. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Iqbal Damanik, counterpart: Menteri Lingkungan Hidup (Jumhur Hidayat), Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia), Menteri Kehutanan (Raja Juli Antoni), dan Menteri ATR (Nusron Wahid)
  10. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatul Haeri, counterpart: Mendikdasmen (Abdul Mu'ti), Mendiksaintek (Brian Yuliarto), Menteri Kebudayaan (Fadli Zon), dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Pratikno)
  11. Menteri Riset, Teknologi dan Digital: Nenden Sekar Arum, counterpart: Menteri Saintek (Brian Yuliarto) dan Menkomdigi (Meutya Hafid)
  12. Menteri Kesehatan: Irma Hidayana, counterpart: Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin)
  13. Menteri Sosial dan Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati, counterpart: Menteri Sosial (Saifullah Yusuf), Menko Pemberdayaan Masyarakat (Muhaimin Iskandar), Menteri Kependudukan/BKBN (Wihaji), Menteri Ketenagakerjaan (Yassierli), Menteri Pekerja Migran (Mukhtarudin), Menteri PU (Doddy Hanggodo), Menteri Perumahan (Maruarar Sirait)
  14. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah, counterpart: Menteri Koordinator Bidang Pangan (Zulkifli Hasan), Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), Menteri Kelautan dan Perikanan (Wahyu Trenggono), Kepala Badan Gizi Nasional (Sudaryono)
  15. Sekretaris Kabinet: Ahmad Jilul QF, counterpart: Sekretaris Kabinet (Teddy Indra Wijaya).

Artikel lainnya: Puncak Gunung Rinjani diselimuti es, ini penampakannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait