Pertamina jamin cadangan BBM periode Lebaran, stok aman di atas 21 hari

  • Arry
  • 16 Mar 2026 16:56
SPBU Pertamina(astra daihatsu/astra-daihatsu.id)

Newscast.id - PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM nasional jelang Lebaran Idulfitri 2026. Pertaminya menyatakan stok BBM aman dan cukup di atas 21 hari.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega, mengatakan, persiapan pasokan BBM untuk periode Maret, termasuk masa Lebaran, sudah dilakukan sejak awal tahun 2026.

“Baik yang diproduksi oleh kilang maupun yang kita harus melakukan importasi. Sehingga enggak ujug-ujug nih, tiba-tiba kami harus melakukan importasi di bulan Maret. Produksi kilang sendiri,” kata Mars Ega di Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Mars Ega menjelaskan, Pertamina telah mengunci sebagian besar kontrak pengadaan energi sejak Januari 2026 atau sebelum konflik geopolitik di Timur Tengah pecah.

Baca juga
Harga Pertamax naik mulai 1 Maret, ini rinciannya di seluruh SPBU Pertamina

“Hari ini stok itu di atas 21 hari, itu sebetulnya akan rolling terus ada top-up pengisian. Patra Niaga melakukan kontrak pengadaan itu sifatnya ada dua, ada yang term long-term, ada yang spot-spot,” tuturnya.

Sementara itu dari sisi produksi, Pertamina mengoperasikan PT Kilang Pertamina Internasional pada kapasitas maksimal.

“Kita operasikan kilang itu pada posisi maksimal produksi konteksnya quantity. Bagaimana kilang ini menghasilkan quantity sebanyak-banyaknya saat ini. Bukan lagi kami berorientasi optimasi profit kilang,” jelas Ega.

Menurutnya, produksi kilang mencapai sekitar 1,1 juta barel per hari. Sementara itu, pengadaan dilakukan secara berkelanjutan dengan skema pengisian ulang tiap bulan, sehingga stok tetap terjaga melalui sistem yang bersifat rolling.

Sementara untuk bahan baku minyak mentah (crude), stok di kilang berada pada kisaran 11 hingga 12 hari dalam kondisi operasi normal.

Baca juga
Viral BBM BOBIBOS Karya Anak Muda Indonesia, Diklaim Setara RON 98

Pertamina memperkirakan konsumsi BBM seperti Pertalite dan Pertamax akan meningkat sekitar 12 persen selama periode mudik Lebaran dibandingkan rata-rata normal harian.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menjelaskan, kenaikan konsumsi sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya penggunaan kendaraan pribadi saat arus mudik dan balik.

Di lain pihak, konsumsi Solar, Biosolar, dan Dex diperkirakan turun sekitar 14,5 persen. Penurunan ini dipengaruhi kebijakan pembatasan operasional angkutan barang yang diterapkan oleh Kementerian Perhubungan dan kepolisian selama periode Lebaran.

“Kemudian LPG diperkirakan naik sekitar 4-5 persen. Avtur naik sekitar 2,8 persen ini juga salah satunya karena banyaknya ekstra flight juga. Flight tambahan dari maskapai di semua bandara besar khususnya,” jelasnya.

Sedangkan konsumsi minyak tanah atau kerosin juga diprediksi naik sekitar 4,2 persen. Dalam hal ini, Pertamina menyiapkan berbagai infrastruktur distribusi. Tercatat sekitar 7.800 SPBU disiagakan, didukung hampir 6.700 Pertashop di seluruh Indonesia.

Untuk LPG, Pertamina mengoperasikan sekitar 6.600 agen, termasuk 6.300 agen LPG Siaga. Sementara untuk minyak tanah, disiapkan 223 agen guna memastikan pasokan tetap terjaga.

Pertamina juga mengoperasikan 2.074 SPBU yang buka 24 jam, baik di jalur tol maupun non-tol. Selain itu, sekitar 200 unit mobil tangki disiagakan di berbagai titik untuk mengantisipasi lonjakan permintaan maupun gangguan distribusi.

Kemudian ada layanan tambahan bagi pemudik melalui Serambi MyPertamina yang tersedia di 43 titik, terutama di jalan tol serta beberapa lokasi wisata, bandara, pelabuhan, dan stasiun.

Artikel lainnya: Jadwal lengkap one way, contra flow, dan ganjil genap mudik-arus balik Lebaran 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait