Bahlil sebut harga BBM Pertamax juga berpotensi naik

  • Arry
  • 21 Apr 2026 10:02
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia(sekretariat kabinet/setkab.go.id)

Newscast.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan, harga BBM seperti Pertamax berpotensi naik. Hal ini terjadi jika harga minyak dunia terus melambung.

“Kalau harga (minyak) begini terus (naik) ya mungkin pasti ada penyesuaian,” kata Bahlil di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Bahlil menjelaskan, formulasi harga BBM non-subsidi diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020, yang mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Baca juga
Harga BBM Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik!

Aturan itu mengatur Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Bahlil menjelaskan, saat ini Pertamina telah menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

“Tahap pertama mungkin dilakukan (penyesuaian untuk solar non-subsidi) seperti sekarang. Tahap berikutnya nanti kita lihat penyesuaiannya,” ujarnya.

Meski demikian, Bahlil memastikan harga BBM subsidi yakni Pertalite dan Solar tidak akan mengalami perubahan. Menurutnya, negara masih bisa mempertahankan harga BBM subsidi sampai pada angka rerata minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 100 per barel sepanjang tahun.

“Sekarang rata-rata ICP dari Januari hingga hari ini sekitar US$ 76 per barel,” ucapnya.

Artikel lainnya: Disebut jadi Presiden gegara jasa Jusuf Kalla, Jokowi: Saya orang kampung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait