Newscast.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapat sorotan usai mengunggah foto lambang Garuda Pancasila pada saat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Lambang Garuda yang mereka unggah terlihat cacat dan tidak sesuai prosedur.
BRIN awalnya mengunggah poster ucapan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 pada pukul 08.07 WIB. Poster itu memuat lambang Garuda Pancasila.
Namun, warganet langsung melihat lambang Garuda yang diunggah BRIN 'cacat' dan tidak sesuai dengan aturan baku lambang negara yang diatur dalam undang-undang.
Baca juga
Jokowi absen di Upacara Hari Pancasila saat Megawati hadir, ajudan: Tak diundang
Berikut adalah daftar kesalahan lambang Garuda Pancasila yang ada di poster BRIN:

Lambang Garuda Pancasila yang sempat diunggah BRIN (@brin_indonesia)
1. Jumlah helai bulu sayap
BRIN mengunggah lambang Garuda yang memiliki sayap berjumlah 15 dan 16 helai. Padahal berdasarkan aturan, jumlah helai sayap lambang Garuda adalah 17 di masing-masing sayap, yang merupakan simbol tanggal kemerdekaan.
2. Helai bulu ekor
Kesalahan kedua terletak pada jumlah helai bulu ekor lambang Garuda yang hanya berjumlah tujuh. Seharusnya, bulu ekor Garuda berjumlah 8 helai, yang merupakan simbol bulan Agustus.
3. Simbol di perisai
Kesalahan ketiga adalah lambang kepala banteng dan pohon beringin yang berada di perisai lambang Garuda. Dua lambang itu tidak sempurna dan berbeda dari bentuk standar yang ditetapkan. Diduga, BRIN menggunakan kecerdasan artifisial (AI) saar pengolahan gambar ini.
Berdasarkan UU nomor 24 tahun 2009, tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, lambang negara memiliki pakem desain:
- 17 helai bulu pada masing-masing sayap
- 8 helai bulu pada ekor
- 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor
- 45 helai bulu di leher
BRIN minta maaf
BRIN kemudian telah menarik unggahan tersebut. Mereka pun meminta maaf atas kesalahan yang telah terjadi.
"BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan," kata BRIN, lewat akun X resminya, @brin_indonesia, dikutip Selasa, 2 Juni 2026.
"Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang."
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki."
"Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN."
Artikel lainnya: Bom Perang Dunia II di Biak Numfor Papua meledak, 5 warga tewas dan 3 hilang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News