Gibran tak duduk di samping Prabowo saat Sidang Kabinet, ada apa?

  • Arry
  • 21 Jul 2026 22:14
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan(@airlanggahartarto_official/instagram)

Newscast.id - Ada pemandangan yang lain saat Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Prabowo Subianto. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tak duduk di sebelah Presiden. Ada apa?

Sidang Kabinet Paripurna itu digelar di Istanpresidenan pada Senin, 20 Juli 2026. Presiden Prabowo memimpin si. Dia duduk di depan sendirian.

Sementara Wapres Gibran justru duduk di deretan Menteri Koordinator Kabinet Merah Putih. Tampak putra Presiden ke-7 RI, Joko Widodo itu duduk disamping Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kondisi ini menuai pertanyaan dari banyak pihak. Bahkan muncul sejumlah isu tak sedap di media sosial.

Baca juga
Respons Gerindra soal kabar ponakan Prabowo, Budi Djiwandono perintahkan awasi Gibran

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal posisi duduk Wapres Gibran yang tidak duduk di sebelah Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna.

"Sidang kabinet paripurna sebelum yang kemarin itu dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026. Jadi kurang lebih empat bulan yang lalu. Ini adalah sidang kabinet paripurna rutin yang diselenggarakan oleh Bapak Presiden," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Dalam sidang itu, Prabowo menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pemerintah selama sekitar 20-21 bulan masa pemerintahannya.

Karena materi dan data yang dipaparkan cukup banyak, Presiden Prabowo membutuhkan teleprompter sebagai alat bantu presentasi.

"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau menggunakan alat bantu namanya teleprompter," ujarnya.

Baca juga
Ada di Mana Gibran Saat Prabowo 2 Kali Lakukan Reshuffle Kabinet?

Menurut Pras, penggunaan teleprompter itu memengaruhi pengaturan posisi duduk Presiden dan Wakil Presiden.

"Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah," tuturnya.

"Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," jelas Prasetyo.

Pras meminta publik tidak terlalu fokus pada tata letak tempat duduk, melainkan pada substansi arahan Presiden kepada jajaran Kabinet Merah Putih.

"Yang paling penting justru bagaimana secara substantif apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kepada seluruh jajaran adalah memberikan penilaian, memberikan evaluasi, menyampaikan prestasi-prestasi Kabinet Merah Putih yang selama kurang lebih 21 bulan diberikan kepercayaan di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai," tandas dia.

Artikel lainnya: Begini syarat lepas status WNI: Tak nunggak pajak hingga bayar Rp5 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait