Newscast.id - Keberadaan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dipertanyakan di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Bahkan Sekjen PSI itu absen di saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kunjungan Presiden Prabowo ke Kalimantan dan Sumatera, Raja Juli pun absen. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, buka suara soal keberadaan pembantu Presiden itu.
"Ya hanya kebetulan karena kan beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan," kata Prasetyo dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 25 Agustus 2026.
Dari tayangan YouTube itu, sejumlah pejabat ikut mendampingi Prabowo. Mereka adalah Mereka adalah Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca juga
Viral Menhut Raja Juli Antoni Main Balak 6 Domino dengan Tersangka Pembalak Hutan
"Hari ini kan Bapak Presiden memang fokus kepada mengajak Kapolri maupun Panglima TNI untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun dibutuhkan alat-alat termasuk heli waterbombing, kemudian ada permohonan motor trail yang dimodifikasi," ujar Prasetyo.
Prasetyo mengklaim, dari rapat disebutkan karhutla di Sumatera sudah terkendali
"Alhamdulillah untuk di pulau Sumatera di empat provinsi relatif sudah terkendali beberapa sudah tidak ada titik api tetapi memang masih ada asap yang terus muncul karena ini kan ada lahan gambut ada juga tadi karena ada batu bara juga di wilayah-wilayah terutama di Sumatera," ujar Prasetyo.
Prasetyo mengatakan, Presiden berharap karhutla di Kalimantan, maupun Sumatera, dan seluruh wilayah Tanah Air dapat segera diselesaikan.
Baca juga
Prabowo disebut tunjuk Haji Isam jadi Koordinator tangani karhutla, ini kata Istana
Polisi duga ada aktor intelektual di balik karhutla, endus lewat aliran dana
Menhut ke Kalimantan
Menhut Raja Juli Antoni akhirnya bersuara soal karhutla. Dalam siaran pers yang dibagikan, disebutkan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu tengah meninjau langsung penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Senin, 24 Agustus.
"Kalbar sendiri ya, Kalbar 28 hotspot. Yang terbanyak itu di Ketapang 16, kemudian di Melawi 11, dan 1 ada di Kubu Raya," kata Raja Juli dalam siaran pers.
Raja Juli mengingatkan, kondisi tersebut bukan berarti persoalan asap telah selesai. Sebab, kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik lahan gambut yang membuat pembakaran tidak sempurna.
"Tidak adanya hotspot tidak berarti aman dari asap. Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral," tuturnya.
Raja Juli mengklaim, penurunan hotspot tidak hanya terjadi karena operasi di darat, tetapi juga didukung kerja bersama berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, dan para relawan.
"Tidak ada niat sama sekali kita mengabaikan ya, atau tidak peduli dengan kearifan lokal. Namun, mohon sekali ya, bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan musim kering biasa, ini El Nino sangat kuat," ungkap Raja Juli.
Artikel lainnya: Rekening donasi demo Pati tetiba diblokir Bank Mandiri, ini respons manajemen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News