Newscast.id - Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, dikabarkan ditangkap jelang demo akbar 27 Agustus 2026. Botok diamankan saat berada di depan Kompleks Gedung DPR, Jakarta pada Senin, 24 Agustus.
Polda Metro Jaya buka suara soal kabar penangkapan Botok 'Pati'. Mereka mengklaim hendak berkoordinasi dengan Botok terkait izin kegiatan.
"Saudara Supriyono alias Botok tidak dilakukan penangkapan maupun pengamanan oleh kepolisian. Satintelkam Polres Metro Jakarta Pusat sebelumnya telah berkomunikasi dengan Saudara Supriyono dan Saudara Teguh terkait rencana kegiatan massa Pati di depan gedung DPR RI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan.
"Atas penjelasan tersebut, pihak kepolisian menyarankan agar penyelenggara tetap mengurus izin kegiatan ke Polda Metro Jaya. Saudara Supriyono menyatakan bersedia dan meminta didampingi personel kepolisian menuju Polda Metro Jaya menggunakan kendaraan dinas," kata Budi.
Baca juga
Rekening donasi demo Pati tetiba diblokir Bank Mandiri, ini respons manajemen
"Yang bersangkutan telah menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Polda Metro Jaya adalah untuk mengurus izin kegiatan. Namun, karena situasi di lokasi semakin ramai, keberangkatan tersebut akhirnya dibatalkan," kata dia.
"Pada prinsipnya, kehadiran dan pendampingan personel kepolisian dalam peristiwa tersebut adalah untuk memberikan penjelasan terkait proses administrasi perizinan kegiatan, bukan dalam rangka penangkapan maupun tindakan hukum terhadap Saudara Supriyono," imbuh Budi.
Kata Pihak Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB)
Sementara itu Tim hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Vander, mengkonfirmasi kepergian Botok ke Polda Metro Jaya bukan karena ditangkap polisi.
"Bukan, bukan, bukan penjemputan. Jadi kita rencana untuk mengantar surat cuma karena antusias masyarakat yang sangat khawatir ya dengan teman-teman AMPB di Jakarta sehingga kita bersikap untuk menunda dulu," kata dia.
"Jadi kita tadi kan nggak ada kendaraan, bus kita kan rusak. Jadi kita sebenarnya minta tolong. Nah, karena mereka juga mau bersedia tapi kan masyarakat ini banyak yang antusias, dan kita susah menjelaskan satu-satu. Akhirnya ya kita ambil sikap, kita tunda dulu sementara untuk mengantarkannya," jelasnya.
Artikel lainnya: Heboh isu mahasiswi baru disuruh lepas hijab di Unhan, Kemhan beri penjelasan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News