Kembali memanas, AS serang fasilitas militer Iran

  • Arry
  • 16 Jul 2026 05:57
Perang Amerika Serikat-Iran(pexels/pixabay)

Newscast.id - Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Terbaru, militer AS kembali meluncurkan serangan dengan menargetkan fasilitas militer Iran.

Melansir CNN dan Aljazeera, Kamis , 16 Juli 2026, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan, serangan itu menargetkan fasilitas militer Iran. Mereka mengklaim fasilitas militer itu digunakan Iran untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

"Pada pukul 15.00 waktu timur (ET), pasukan AS meluncurkan operasi serangan gelombang kedua hari ini terhadap Iran. Serangan-serangan tersebut menargetkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas secara bebas melalui Selat Hormuz, sebuah jalur air internasional yang sangat penting bagi perdagangan global," tulis akun Komando Pusat AS.

"Militer AS menuntut pertanggungjawaban Iran atas perintah dari Panglima Tertinggi," imbuhnya.

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan, suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Kawasan ini bahkan telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.

Selain itu, rudal-rudal AS juga menghantam pengawas angkatan laut di kota Chabahar. Menara pengawas tersebut merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.

Iran juga melaporkan, sejumlah ledakan terjadi di Bandar Abbas.

Iran telah merespons gelombang serangan baru yang dilancarkan AS. Mereka menegaskan, tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS.

"Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dikutip dari CNN.

"Ini adalah sebuah prinsip, dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut," ujar Baghaei.

Artikel lainnya: Resmi diusut Kejagung, status Febrie Adriansyah sempat berubah jadi saksi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait