Innalillahi, relawan asal Jakarta Ahmad Zaki Ali meninggal dunia saat bantu gempa NTT

  • Arry
  • 22 Agt 2026 14:31
Relawan Ahmad Zaki Ali meninggal dunia saat bertugas bantu korban gempa NTT(@kantorsar_jakarta/instagram)

Newscast.id - Relawan dari Yayasan Komunitas Gerak Bareng asal Jakarta, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia di saat tengah membantu penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Keluarga besar Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jakarta turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ahmad Zaki Ali, Relawan Kemanusiaan Yayasan Komunitas Gerak Bareng," tulis akun @kantorsar_jakarta dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.

"Beliau berpulang pada Jumat, 21 Agustus 2026, saat menjalankan misi kemanusiaan dalam penanganan bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT)," tambahnya.

"Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah Swt., diampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisinya," tutur akun itu.

Baca juga
Tsunami nyaris 1 meter terjang Ende NTT usai gempa M 7.7

"Kepada keluarga, sahabat, dan seluruh keluarga besar Yayasan Komunitas Gerak Bareng, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka ini," tambahnya.

Belum diketahui penyebab meninggalnya Ahmad Zaki. Namun sejumlah informasi yang beredar Ahmad Zaki diduga meninggal akibat serangan jantung setelah mengalami kelelahan.

Sosok Ahmad Zaki alias Bang Jek

Ahmad Zaki Ali atau yang akrab disapa Bang Jek adalah pendiri Yayasan Gerak Bareng. Yayasan ini aktif melakukan kegiatan amal kemanusiaan.

Saat NTT diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7.7 pada 15 Agustus 2026, Bang Jek langsung terbang ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Sebelum meninggal dunia, Bang Jek sempat mengunggah konten di media sosial mengabarkan kondisi di lokasi bencana.

"Update pagi ini, hari ke-6 saya di lokasi bencana. Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi. Agar makin banyak dan luas jangkauan bantuan yang bisa kita salurkan. Di fase tanggap darurat kita akan fokus pada kebutuhan dasar. Oleh karenanya kita butuh support orang orang baik," tulisnya di akun Instagramnya.

"Rencana mengingatkan kita bahwa manusia tidak pernah benar-benar punya kendali. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar, saling menjaga, dan memperbanyak doa. Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan saudara-saudara kita yang sedang berada di wilayah terdampak bencana. Tetap waspada. Jangan panik. Jangan lupa berdoa," tulisnya pada bagian lain.

Untuk diketahui, gempa NTT terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa berkekuatan magnitudo 7.7 ini menimbulkan tsunami di sejumlah daerah. Hingga kini tercatat 83 orang tewas akibat bencana alam ini.

Artikel lainnya: OTT Rektor Unsoed terkait suap penerimaan mahasiswa baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait