Penjelasan ahli gempa 5.9 M guncang Kepulauan Seribu Jakarta hingga terasa di Padang

  • Arry
  • 12 Sep 2026 18:21
Ilustrasi gempa(@pixie/unsplash)

Newscast.id - Gempa berkekuatan 5,9 Magnitudo mengguncang Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026 dini hari WIB. Ahli gempa mengungkapkan penyebab lindu terjadi di kawasan Jakarta.

Ahli gempa dan geofisika dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Dr. Daryono, mengungkapkan, gempa tersebut bukan disebabkan aktivitas sesar aktif di wilayah dangkal.

Menurutnya, gempa Kepulauan Seribu Jakarta itu termasuk contoh klasik fenomena gempa bumi hiposenter dalam atau deep focus earthquake. Gempa jenis ini terjadi di kedalaman ratusan kilometer di bawah permukaan bumi.

Daryono menjelaskan, gempa Kepulauan Seribu Jakarta dipicu patahnya batuan pada slab Lempeng Samudra Australia yang telah menunjam jauh ke bawah Laut Jawa.

Baca juga
Jakarta digoyang gempa Magnitudo 6,5: Penyebab dan dampaknya

"Peristiwa gempa bumi yang terjadi pada Sabtu pagi, 12 September 2026, pukul 04.23 WIB merupakan contoh klasik dari fenomena gempa bumi hiposenter dalam (deep focus earthquake)," jelas Daryono dalam unggahannya di X, Sabtu, 12 September 2026.

Daryono menjelaskan, sumber gempa berada pada zona Benioff, yakni wilayah tempat lempeng yang menunjam ke bawah lempeng lainnya.

"Gempa ini bukan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dangkal, melainkan akibat patahnya batuan pada slab Lempeng Samudra Australia yang telah menunjam jauh ke bawah Laut Jawa (Zona Benioff) hingga kedalaman 358 km. Proses deformasi batuan di dalam lempeng yang tersubduksi ini dikategorikan sebagai peristiwa intra-slab," ungkapnya.

"Meskipun episenter (pusat gempa di permukaan) berada di wilayah Laut Jawa sebelah utara Jakarta, getaran gempa justru dirasakan lebih awal dan lebih kuat di Jawa bagian selatan, seperti Sukabumi," ujarnya.

"Hal ini terjadi karena gelombang seismik merambat paling efisien melalui medium slab lempeng yang padat dan homogen menuju arah selatan sebelum menyebar ke permukaan,” jelasnya.

Daryono menjelaskan, sumber gempa yang berada di kedalaman lebih dari 300 kilometer itu membuat getarannya dapat dirasakan di wilayah yang sangat luas. Namun, tidak berpotensi menyebabkan kerusakan besar.

"Kedalaman hiposenter yang melebihi 300 km (deep focus) menyebabkan spektrum attenuasi gelombang melemah secara bertahap tetapi menjangkau area geografis yang sangat luas (dari Sumatra hingga Jawa Bagian Timur dan Kalimantan)."

"Meskipun wilayah jangkauan getaran sangat lebar, energi di permukaan sudah terdisipasi sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerusakan struktural,” kata Daryono.

"Karena gempa terjadi pada batuan litoster samudra yang sangat homogen di kedalaman ratusan kilometer, pelepasan tegangan (stress release) cenderung terjadi secara total dalam satu peristiwa utama. Oleh karena itu, gempa deep focus jenis ini sangat jarang memicu gempa susulan (aftershocks),” tuturnya.

BMKG mencatat, gempa terjadi pada pukul 04.23 WIB. Gempa terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Mulanya BMKG mencatat kekuatan gempa sebesar Magnitudo 5.9 namun dimutakhirkan menjadi Magnitudo 6.5.

Dalam catatan BMKG, gempa terjadi pada kedalaman 368 kilometer. Episenter gempa berapa di titik koordinat pada 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur atau sekitar 69 km timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Berikut daftar wilayah yang merasakan gempa:

  • IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.) di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur dan Tanggamus
  • III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Tangerang, Tanjung Priok, Kec. Nagrak, Kec. Kalapanunggal dan Cilacap
  • II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kab. Malang, Kota Bengkulu, Sumur , Padang, Mentawai, Pariaman dan Solok Selatan
  • II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.) di Lemong, Semaka, Bengkunat.

Artikel lainnya: Harga minyak makin mendidih, Pertamina: Pertamax bisa tembus Rp20 ribu per liter

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait