Newscast.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara soal polemik terbitnya buku Islam Ala Prabowo. Mereka menegaskan, buku tersebut bukanlah program maupun produk MUI.
Hal ini ditegaskan MUI dalam surat yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia dan ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum MUI KH M. Cholil Nafis, dan serta Sekretaris Jenderal MUI Dr Amirsyah Tambunan.
Dalam surat itu, MUI menjelaskan, kehadiran Ketua Umum MUI, KH M. Anwar Iskandar dalam peluncuran buku tersebut pada Agustus 2025 berada dalam kapasitas sebagai pembaca doa pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI.
"MUI menilai persoalan itu perlu disikapi secara jernih, proporsional, serta mengedepankan prinsip tabayun," tulis MUI seperti dikutip dari laman resmi, Minggu, 13 September 2026.
Baca juga
Luncurkan buku 'Islam Ala Prabowo', Baznas klaim tak sentuh dana zakat umat
Dalam surat tersebut, MUI menyampaikan tiga poin sikap sebagai berikut:
1. Buku ‘Islam Ala Prabowo’ bukan merupakan program, kegiatan, maupun produk MUI. Dengan demikian, segala isi, pandangan, narasi, maupun proses penerbitan buku tersebut merupakan tanggung jawab pihak yang menerbitkan dan menulisnya
2. Kehadiran KH M.Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum MUI, dalam kegiatan yang di dalam rangkaiannya terdapat peluncuran buku tersebut, adalah dalam konteks menghadiri Rakornas Baznas RI sebagai Pembaca Doa.
Karena itu, kehadiran beliau dalam kegiatan tersebut perlu ditempatkan sesuai konteks acaranya dan tidak dapat ditafsirkan sebagai bentuk bahwa buku ‘Islam Ala Prabowo’ merupakan produk MUI
3. MUI mengajak semua pihak mengedepankan tabayun dan kedewasaan dalam menyikapi polemik. MUI mengimbau masyarakat agar menyikapi persoalan ini secara proporsional, tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
MUI juga mengajak seluruh pihak yang berkepentingan untuk mengedepankan tabayun, ukhuwah, etika komunikasi, dan penyelesaian secara bijaksana, terutama ketika terdapat perbedaan atau sanggahan terhadap suatu karya.
Artikel lainnya: Kapal Virgo Transport 8 angkut 243 orang hilang kontak di Laut Jawa, ini kronologinya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News