Viral calon mahasiswi Unhan diminta buka hijab, MUI minta kampus klarifikasi

  • Arry
  • 23 Agt 2026 16:10
Universitas Pertahanan(universitas pertahanan/fsp.idu.ac.id)

Newscast.id - Viral kabar seorang calon mahasiswi Universitas Pertahanan (Unhan) diminta melepas hijabnya usai dinyatakan lulus seleksi tingkat pusat. Calon mahasiswi itu pun akhirnya memilih mundur dari kampus tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara soal polemik hijab di Unhan. Mereka meminta pihak kampus memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar.

Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Siti Ma'rifah, menegaskan klarifikasi Unhan sangat diperlukan agar isu ini tidak menimbulkan keresahan publik. Jika dugaan itu benar terjadi, Siti menilai kebijakan Unhan sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap hak konstitusional warga negara.

"Jika peristiwa itu benar terjadi, maka itu adalah pelanggaran terhadap hak konstitusional sebagaimana diatur dalam Pasal 29 UUD 1945 serta ketentuan pelanggaran HAM," kata Siti Ma'rifah dikutip dari laman MUI, Minggu, 23 Agustus 2026.

Baca juga
Penjelasan BPIP Soal Jilbab Paskibraka: Tak Berjilbab Saat Pengukuhan dan Pengibaran

Putri Wakil Presiden ke-13 RI, Ma'ruf Amin, ini sangat prihatin atas munculnya isu ini. Terutama di tengah momentum bangsa yang baru saja memperingati HUT ke-81 RI.

"Pelarangan hijab menciderai makna kemerdekaan dan kemunduran perjalanan bangsa," ujarnya.

Siti Ma'rifah juga meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang membuat aturan diskriminatif, seperti pelarangan penggunaan hijab, karena berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Sekali lagi, pentingnya klarifikasi dari Unhan karena ini lembaga pendidikan yang seharusnya melahirkan generasi bangsa yang inklusif, bersatu, dan saling menghormati,” tutur dia.

Baca juga
Heboh 18 Paskibraka Putri Disuruh Copot Jilbab, BPIP Dikritik

Untuk diketahui, seorang calon mahasiswi program S1 Kedokteran bernama Asma Wafa Andina mengunggah kisahnya usai lulus seleksi tingkat pusat Unhan.

Asma Wafa mengaku harus mengambil keputusan berat dengan memilih mundur akibat dugaan kebijakan tak tertulis mengenai kewajiban melepas hijab bagi mahasiswi di kampus militer tersebut.

Pengalaman ini bermula saat Asma mengikuti proses seleksi seleksi penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unhan TA 2026/2027. Dalam poster pengumuman resmi penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unhan, menampilkan aturan tata tertib pakaian yang memfasilitasi peserta wanita berhijab selama tes, realitas yang dihadapinya saat tes tingkat pusat di Bogor berbanding terbalik.

"Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur, saya memilih opsi kedua," unggah Asma.

Mengenai kasus ini pihak Unhan belum memberikan keterangan resmi.

Artikel lainnya: Gegara kabut asap karhutla di RI, Malaysia tutup 591 sekolah di Sarawak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait