Heboh karnaval satanik di Pekalongan: 1 peserta meninggal, polisi turun tangan

  • Arry
  • 15 Sep 2026 18:38
Heboh acara Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 yang disebut karnaval satanis(pekalonganinfo/instagram)

Newscast.id - Acara Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 yang digelar di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan. Hal ini menyusul penampilan salah satu kontingen yang bernuansa satanis.

Dalam video yang beredar, peserta itu mengenakan kostum menyerupai monster atau iblis, lengkap dengan atribut mirip tanduk. Selain itu mereka juga membawa peti bersimbol pentagram dan menampilkan adegan penyembelihan kambing.

Kontroversi ini semakin meruncing usai salah satu peserta karnaval bernama Ahmad Faiz, meninggal dunia usai mengikuti karnaval tersebut.

Berikut fakta yang terungkap dari karnaval satanik maut di Pekalongan:

Karnaval untuk Peringatan Maulid Nabi

Ketua Panitia SKNC 2026 Mahsun menjelaskan karnaval itu digelar dalam rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal di Simbang Kulon. Kegiatan itu merupakan acara tahunan dan sudah memasuki penyelenggaraan ke-61.

Mahsun menjelaskan, karnaval diikuti 25 tim peserta yang berasal dari 25 musala yang ada di Kelurahan Simbang Kulon.

Tema SKNC 2026 adalah "Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran", yang kurang lebih berarti bersatu dalam budaya dan mempererat tali persaudaraan.

Menurutnya, karnaval juga dihadiri Plt Bupati Pekalongan Sukirman. Ia menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Karnaval Simbang Kulon di Pekalongan yang dituding karnaval satanis (@pekalonganinfo)
Karnaval Simbang Kulon di Pekalongan yang dituding karnaval satanis (@pekalonganinfo)

Tim Kreatif Minta Maaf

Perwakilan tim kreatif, M Khalid, menyampaikan permohonan maaf atas penampilan timnya dalam acara Simbang Kulon Night Carnival itu. Dia menjelaskan, penampilan kontingennya terinspirasi dari kostum yang dianggap unik.

"Untuk tema yang ramai saat ini, kami dari perwakilan tim meminta maaf. Kami menyesal karena kami kurang literasi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada pihak-pihak yang tersinggung atas performa kami di atas panggung maupun di depan panggung," kata Khalid.

"Ide itu dari kita melihat kostum unik, lalu kita sewa dan kita tiru idenya. Kita menyewanya dari Malang," jelas dia.

"Gerakannya kita latihan dengan teman-teman. Referensinya kita melihat dari YouTube, dari performa di berbagai karnaval di daerah Malang, daerah Magelang, dan sebagainya. Kita gabungkan menjadi satu," imbuh dia.

Mengenai penyembelihan kambing di lokasi, dia membantah hal tersebut terkait ritual satanis.

"Untuk kambing itu memang dari kami ada rencana menyembelih kambing untuk acara rahatan bersama setelah acara selesai. Tidak ada maksud ritual apa pun. Kita tidak tahu soal itu. Untuk penyembelihan kambing itu murni untuk kita rahatan bersama setelah acara," tegas dia.

"Kalau awalnya kita tidak tahu mengenai apa itu ritual satanis. Kita hanya melihat apa yang menurut kita unik dari festival lain, lalu kita sewa dan kita adaptasi di sini," kata dia.

Panitia buka suara

Ketua Panitia SKNC 2026 Mahsun juga membantah parade salah satu kontingen adalah sebuah ritual satanis. Dia menjelaskan, seluruh peserta karnacal adalah warga Simbang Kulon yang merupakan pemuda dan perwakilan remaja dari masing-masing musala di kelurahan tersebut.

"Peserta karnaval itu kan dari warga Simbang Kulon sendiri, dari pemuda-pemuda se-Kelurahan Simbang Kulon. Perwakilan remaja masing-masing musala," ujar Mahsun.

"Temanya macam-macam, kreasi masing-masing remaja," ujarnya.

"Oh tidak (satanis). Itu biasa saja. Artinya memang itu hanya biasa-biasa saja. Kita enggak tahu, panitia ataupun peserta itu enggak tahu kalau itu satanik dan sebagainya. Kita hanya tujuannya menghibur warga, menghibur masyarakat," tegas Mahsun.

Mahsun menyatakan tidak mengetahui konsep yang ditampilkan peserta dianggap menyerupai ritual satanis.

"Lah, kostum itu memang kostumnya semacam itu. Tapi itu temanya apa, dari pihak yang bersangkutan itu kan enggak ada tahu kalau itu temanya satanik, temanya apa," ungkap Mahsun.

"Keramaian itu kita kan pada dasarnya sudah izin ke Polres, sudah ngasih surat ke Pemkab. Kita sudah secara administrasi kita sudah izin. Bahkan Kapolres kan hadir di panggung," tuturnya.

"Makanya kadang yang tidak melihat langsung di lapangan itu beda dengan yang disampaikan. Kadang itu semacam itu. Ya, kita karnaval karena mungkin terlalu heboh, terlalu ramai, akhirnya ya mungkin muncul berita yang rasane kurang sedep, kurang enak, dan lain sebagainya," kata Mahsun.

Bantah tumbal kambing

Mengenai adanya adegan penyembelihan kambing dalam karnaval itu, Mahsung membantah hal tersebut sebagai ritual. Menurutnya, kambing itu memang disiapkan untuk dikonsumsi usai acara.

"Kambingnya itu disembelih kan memang untuk kegiatan makan-makan setelah acara," ujar Mahsun.

"Bukan (buat tumbal), buat makan setelah acara," jelasnya.

"Kita membawa kepala sendiri. Itu ditunjukkan bahwa seakan-akan kepala milik kambing itu. Padahal kan bukan," jelasnya.

Ia kembali menegaskan seluruh peserta merupakan warga Simbang Kulon, termasuk pemuda dan perwakilan remaja dari masing-masing musala.

"Peserta karnaval itu kan dari warga Simbang Kulon sendiri, dari pemuda-pemuda se-Kelurahan Simbang Kulon. Perwakilan remaja-remaja masing-masing musala," ungkapnya.

Peserta Meninggal usai karnaval

Polisi buka suara soal kabar salah satu peserta bernama Ahmad Faiz meninggal dunia. Mereka menyatakan, Faiz meninggal usai acara berlangsung.

"Masih sempat ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya, bahkan masih sempat membelikan teh untuk pamannya. Sekitar pukul 02.30 WIB Ahmad Faiz izin pamit pamannya untuk pulang ke rumahnya untuk tidur karena lelah," kata Kasi Humas Polres Pekalongan Kota Iptu Purno Utomo.

Sekitar pukul 04.00 WIB, istri Faiz mendapati suaminya bernapas tersengal-sengal. Keluarga kemudian berupaya membawanya mendapatkan pertolongan medis. Faiz meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit.

"Akan tetapi saat hendak dibawa menggunakan kendaraan bermotor ternyata Ahmad Faiz sudah meninggal dunia," ucap Purno.

"Dari pihak keluarga telah mengikhlaskan meninggalnya Faiz dan tidak bersedia dilakukan autopsi," tambahnya.

"Iya info awal tidak terkait, meninggal dunianya sudah di rumah. Sudah tidur. Kelelahan," kata Purno.

Dalami kontroversi karnaval

Kapolsek Buaran AKP Sunarto mengatakan, saat ini polisi masih mendalami penyelenggaraan karnaval yang menjadi sorotan tersebut. Termasuk soal adanya dugaan pemukulan di sekitar acara.

"Kalau soal pemukulan, ini sedang kita selidiki. Nanti kita panggil saksi-saksi terlebih dahulu. Kemudian untuk sementara korban belum melaporkan," ujar Sunarto.

Artikel lainnya: OTT KPK di ATR/BPN: Orang dekat Menteri Yusron ditangkap, ratusan miliar disita

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait