Jejak Warga di Tanah Merah Depo Plumpang: Dapat KTP dari Jokowi, IMB dari Anies

  • Arry
  • 6 Mar 2023 11:56
Presiden Joko Widodo dan Anies Baswedan(humas/setkab.go.id)

Keberadaan penduduk di Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara mendapat sorotan usai kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang. Sejumlah warga dari kawasan itu ikut menjadi korban.

kasawan Tanah Merah ini tepat berada di samping Depo Pertamina Plumpang. Sebenarnya, kawasan tersebut masih menjadi milik Pertamina, namun kini sudah berubah menjadi kaawasan padat penduduk.

Presiden Joko Widodo menyatakan pemukiman penduduk di Tanah Merah masuk dalam zona bahaya. Jokowi pun memerintahkan kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk mencari solusi terkait pemukiman tersebut.

"Saya sudah perintahkan kepada Menteri BUMN dan juga Gubernur DKI untuk segera mencari solusi dari kejadian yang terjadi di Plumpang. Terutama karena ini memang zona yang bahaya, tidak bisa lagi ditinggali, tetapi harus ada solusinya," kata Jokowi pada Minggu, 5 Maret 2023.

Baca juga
Solusi Presiden Jokowi Soal Depo Plumpang: Bikin Sungai Hingga Relokasi Penduduk

"Karena ini zona yang bahaya, tidak bisa lagi ditinggali, tetapi harus ada solusinya. Bisa saja Plumpang-nya digeser ke reklamasi atau penduduknya yang digeser ke relokasi. Nanti akan diputuskan oleh Pertamina dan Gubernur DKI," ujarnya.

Keberadaan warga di Tanah Merah itu pun menjadi perdebatan bagi para pendukung dua Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Anies Baswedan dan Joko Widodo.

Pendukung Jokowi menuding, warga bisa menetap di kawasan Tanah Merah lantaran mendapatkan IMB alias izin mendirikan bangunan dari Anies Baswedan.

"Sejak awal sudah diketahui bahwa Depo Pertamina Plumpang tidak boleh ditempati dengan jarak tertentu. Lahan tersebut adalah milik PT Pertamina yang ditempati warga, akan tetapi oleh Anies sewaktu menjabat gubernur diberi izin mendirikan bangunan, yang jelas bertentangan dengan peraturan," kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta F-PDIP Gilbert Simanjuntak dalam keterangan tertulis.

"Saat ini dengan adanya korban kebakaran, sepatutnya warga direlokasi agar terhindar dari musibah yang berulang di kemudian hari," ujarnya.

Baca juga
Update Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 19 Tewas, Ini Identitasnya

Pendukung Anies pun tak mau kalah. Mereka menyatakan, warga sudah lama menempati kawasan Tanah Merah, jauh sebelum Anies menjabat gubernur.

"Anies memberi IMB pada warga, agar warga bisa mendapatkan keadilan dalam pelayanan publik. Diberi IMB atau tidak, warga Kampung Tanah Merah sudah tinggal di daerah itu puluhan tahun lalu," kata Geisz Chalifah.

"Kebakaran yang sudah terjadi dua kali itu, disebabkan kelalaian dalam maintenance atau karena warga tinggal di daerah situ. Pola pikirnya Gilbert itu aneh bin ajaib sama seperti para buzzer di medsos," ujarnya.

Untuk diketahui pada 2009, Depo Plumpang juga dilanda kebakaran hebat. Saat itu api tidak sempat menyambar ke pemukiman di Tanah Merah. Meski demikiankan satu orang dan menyebabkan kerugian hingga Rp17 miliar.

Bagaimana kisahnya warga bisa menghubni kawasan Tanah Merah, yang diketahui adalah tanah milik Pertamina>>>

 

Warga Rawa badak Selatan Mulyadi, menjelaskan, awalnya Tanah Merah tak berpenghuni. Bahkan kawasan tersebut dijaga ketat polisi dan tentara.

Namun sejak masa reformasi, satu dua orang mulai berdatangan. Mereka mulai mematok tanah untuk membangun rumahnya masing-masing. Hal itu pun terjadi lantaran penjagaaan di kawasan tersebut sudah tidak seketat sebelum era reformasi.

Mulyadi menjelaskan, warga yang menetap di Tanah Merah pun semakin banyak. Dan pada keberadaan mereka di kawasan tersebut menjadi legal setelah mendapatkan KTP. Kartu identitas tersebut diterima pada era pemerintahan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Mengutip detikcom, Jokowi saat itu langsung mendatangi warga Tanah Merah usai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Jokowi menyatakan warga Tanah Merah sudah bisa membuat KTP.

"Semua masyarakat biar dengar, masalah pembentukan RT/RW untuk Tanah Merah dan Kampung Beting segera diproses, tapi butuh waktu," kata Jokowi.

"Tapi yang paling penting saya perintahkan ke Wali Kota agar segera diproses dan dilaksanakan," kata Jokowi.

Baca juga
Kapolri Ungkap Penyebab Kebakaran Depo Plumpang

Mengutip Merdeka.com, janji itu akhirnya dipenuhi Jokowi pada Maret 2013. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta bersama Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara mengeluarkan 1.665 KTP dan 715 Kartu Keluarga (KK) untuk warga di Tanah Merah.

Pada era Anies Baswedan, warga Tanah Merah pun mendapat fasilitas baru, yakni izin mendirikan bangunan alias IMB.Mengutip Kompas.com, IMB tersebut berbentuk IMB kawasan.

"Izin mendirikan bangunan sebagai satu kawasan. Bukan diberikan per bangunan tapi diberikan per Rukun Tetangga (RT), satu RT dalam satu kawasan ini pertama kali di Indonesia ada IMB berbentuk kawasan," kata Anies pada 2021.

"Ini adalah jalan tengah yang kita ambil untuk menyelesaikan masalah bangunan yang berada di tanah yang status legalnya belum tuntas tapi mereka faktanya ada disini sudah puluhan tahun," ungkap Anies saat itu.

Lurah Rawa Badak Selatan Suhaena menjelaskan, IMB yang diberikan Anies itu hanyalah IMB kawasan.

"Iya kalau itu, IMB kawasan. Jadi untuk mengakui bangunan saja, tapi bukan untuk lahan," kata Suhaena kepada wartawan.

"Untuk bangunannya, bukan tanahnya. Bukan IMB-nya, IMB untuk bangunan saja. Bukan untuk lahan," ujarnya

Depo Plumpang mengalami kebakaran pada Jumat, 3 Maret 2023 malam. Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Koramil di Rawasari Selatan, sebanyak 19 orang menjadi korban tewas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait