Shin Tae-yong dihukum dilarang melatih di Korsel selama 10 tahun!

  • Arry
  • 25 Jul 2026 13:53
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong(pssi/pssi.org)

Newscast.id - Kabar tak sedap diterima mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Juru taktik yang kini menukangi Persija Jakarta itu dilarang melatih di negaranya sendiri, Korea Selatan.

Hukuman ini dijatuhkan Federasi Sepakbola Korea (KFA) pada Jumat, 24 Juli. Shin Tae-yong divonis tak boleh melatih di Korsel selama 10 tahun.

Bagaimana kronologinya?

Hukuman ini bermula saat STY melatih Ulsan HD pada periode Agustus hingga Oktober 2025. Selama menukangi klub Korea Selatan itu, STY berseteru dengan pemainnya. Masalah komunikasi dan gaya melatih menjadi penyebabnya.

Baca juga
Marc Klok Pemain Timnas Indonesia Dicap Pembohong Usai Sebut Shin Tae-yong Diktator

Beredar isu para pemain Ulsan HD mengeluhkan cara STY melatih yang sangat keras hingga berani melakukan kontak fisik. Bahkan dalam video yang viral, STY tertangkap kamera menampar salah satu pemainnya, Jung Seung-hyun.

"Perilaku semacam itu tidak sesuai untuk masyarakat modern," kata Jung Seung-hyun mengomentari insiden itu.

Terkait insiden tersebut, Komisi Fair Play KFA kemudian mengusut kasus penamparan yang dilakukan mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu. Penyelidikan dimulai pada Desember 2025.

Usai delapan bulan kasus berjalan, KFA akhirnya memvonis Shin Tae-yong dengan hukuman berat yakni dilarang melatih selama 10 tahun di Korea Selatan.

Melansir KBS, sanksi yang diberikan berupa penangguhan lisensi kepelatihan, larangan berpartisipasi dalam kegiatan sepakbola domestik, dan bahkan pengusiran permanen. Namun KFA tidak mengonfirmasi bentuk-bentuk sanksi disiplin yang spesifik dan tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Sanksi ini dijatuhkan tak lama setelah Shin Tae-yong resmi menjadi pelatih di Persija Jakarta.

"Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA)," bunyi keterangan Persija Jakarta.

"Persija akan terus mengikuti perkembangan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, sebelum mengambil keputusan resmi," jelas Macan Kemayoran.

Artikel lainnya: 6 Negara ini dipastikan tampil di Piala Dunia 2030

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait