Newscast.id - Kondisi Febiona Purba (16), seorang siswi SMK Bersama Berastagi di Karo, Sumatera Utara, terus menurun usai keracunan menu MBG di sekolahnya. Kini, dia diduga mengalami gangguan ingatan.
Febiona dilarikan dari RS Berastagi ke RSUP Adam Malik oleh ibunya, Elvinus Lusiana Sitanggang (49) dan kerabatnya yang lain. Selain itu, ada petugas BGN Karo dan Medan yang mendampingi.
Setiba di rumah sakit, Febiona langsung dibawa ke ruang Poli Psikiatri. Di sana dia diperiksa oleh dokter spesialis Gastro anak, dokter spesialis neurologi anak, dan dokter psikiatri. Usai pemeriksaan, Febiona kemudian diberikan sejumlah obat sebelum pulang ke kediamannya di Karo.
Elvinus menjelaskan kondisi anaknya usai pemeriksaan. Menurutnya, putrinya itu mengalami permasalahan di bagian lidah.
Baca juga
Dalam 3 hari 2.000 siswa keracunan menu MBG, Sidoarjo dan Rembang terbanyak
“Lidahnya agak masuk ke dalam. Sampai ngomong pun dia agak sulit,” kata Elvinus di RSUP Adam Malik pada Senin, 7 September 2026.
Elvinus pun mengungkapkan, Febiona sempat mengalami gangguan ingatan. Hal itu terlihat saat putrinya lupa dengan orang yang sebelumnya dikenal dekat.
“Contohnya keluarga. Bibinya kalau datang, ini siapa. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” sebutnya.
Kronologi keracunan ikan tongkol MBG
Elvinus menceritakan kronologi kondisi putrinya. Menurutnya, hal ini bermula saat Febiona mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG di sekolahnya pada Kamis, 13 Agustus 2026. Saat itu menu MBG yang disajikan adalah lauk ikan tongkol.
“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata Elvinus.
Baca juga
Selongsong peluru ditemukan di potongan daging menu MBG siswa SD di Lampung Utara
Usai menyantap ikan tongkol itu, Febiona mengeluhkan pusing. Tapi dia berusaha tetap mengikuti proses belajar mengajar. Di sekolahnya, Febiona tergolong siswa yang berprestasi. Selain itu dia juga aktif berorganisasi sebagai wakil ketua OSIS.
Saat pulang ke rumah, Febiona mengeluhkan kepalanya sakit, badan gatal, hingga mual. Tubuhnya terus melemah. Elvinus mengaku, saat itu dia langsung meminta bantuan tentara di depan rumah untuk membawa anaknya ke RSU Kabanjahe.
“Itu posisinya sudah gak sadar. Sesudah setengah jam di rumah sakit, baru sadar dia,” ujar Elvinus.
Menurutnya, Febiona sempat dirawat selama tiga hari. Febiona pun sempat pulang ke rumah sebelum kembali dirawat di RS Efarina Berastagi usai mengalami kejang.
Usai dua hari dirawat, Febiona kemudian dirujuk ke RSU Haji dan dirawat selama satu minggu. Setelah itu, dia rawat jalan dan beberapa kali kontrol kesehatan ke RSUP Adam Malik, dengan alasan jarak yang cukup jauh ke RSU Haji.
Namun pada Sabtu, 5 September, kondisi Febiona kembali memburuk. Dia mengalami kejang-kejang sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Amanda.
“Baru lah tadi pagi dibawa untuk kontrol kesehatan ke sini. Habis ini ke rumahlah. Besok ambil hasil dari dokter,” ungkapnya.
"Kami pun capek. Tolong dikasih obatnya yang tepat. Dia selalu bilang mau sekolah. Tapi kayak mana mau kita kasih sekolah,” tuturnya.
Untuk diketahui sedikitnya 269 murid dari lima sekolah tingkat SMA, SMK, dan SMP di Karo mengalami keracunan usai menyantap menu MBG pada 13 Agustus 2026.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan, pihaknya akan membuka secara gamblang hasil investigasi dan tidak akan menutup-nutupi hasilnya.
"Kita akan terbuka, semuanya kita akan buka, kalau penyebab berasal dari ikan yang tidak diletakkan di ruang pendingin lebih dari 12 jam," kata Sudaryono saat menjenguk korban.
"Hasil uji sudah ada di dinas kesehatan, itu ada kelalaian yang fatal dan kita sudah lakukan penutupan dapur, dan kepala SPPG sudah kita copot," ujarnya.
Hingga saat ini, masih ada 64 anak yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit diduga akibat keracunan MBG di Berastagi.
Artikel lainnya: Penumpang Citilink dapat ubah jadwal penerbangan terdampak abu Anak Krakatau, gratis!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News