Newscast.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis. Hasilnya, Pulau Jawa Masuk zona merah alias kategori awas.
Kekeringan meteorologis adalah kondisi anomali cuaca dan iklim yang mengakibatkan kurangnya curah hujan pada periode tertentu. Kondisi ini ditandai dengan penurunan curah hujan, peningkatan suhu, dan peningkatan evapotranspirasi (gabungan proses penguapan air ke udara).
BMKG menyatakan, saat ini 74 persen wilayah RI memasuki musim kemarau. Kondisi ini kemudian diperparah dengan hadirnya fenomena El Nino yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027.
"Bagi masyarakat yang wilayahnya sudah mengalami musim kemarau agar menghemat air dan menggunakan dengan bijak, tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari jika memungkinkan, dan selalu pantau informasi cuaca dan iklim melalui Instagram InfoBMKG," kata BMKG dalam unggahan resminya, dikutip Rabu, 5 Agustus 2026.
Peringatan Dini Kekeringan Meteorologi
BMKG membagi peringatan dini kekeringan meteorologi menjadi tiga kategori. Pertama disebut dengan "waspada" dengan warna kuning yang artinya curah hujan di daerah tersebut sudah berkurang hingga di bawah normal.
Kategori kedua adalah "siaga" dengan warna oranye, berarti kekeringan di wilayah tersebut sudah menyebabkan cadangan air tanah menurun. Terakhir, klasifikasi awas dengan tanda merah, di mana wilayah tersebut sudah lama tidak diguyur hujan dan terancam kekeringan parah.
Berikut rincian kekeringan meteorologis menurut BMKG:
Waspada
- Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- Jakarta
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua Barat
- Papua Barat Daya
Siaga
- Bangka Belitung
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Yogyakarta
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
Awas
- Jawa Barat
- Yogyakarta
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Masih ada daerah diguyur hujan
Di tengah hadirnya fenomena El Nino, BMKG mengungkapkan ada sejumlah daerah yang masih berpotensi diguyur hujan lebat lokal. Kondisi ini disebabkan karena aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali OLR (outgoing longwave radiation) negatif.
Menurut BMKG, Gelombang Rossby Ekuatorial melintasi sebagaian Sumatera dan perairan sekitarnya. Fenomena atmosfer ini mampu mendukung pertumbuhan awan hujan.
Dalam prediksi 4-10 Agustus 2026, beberapa daerah yang masih diguyur hujan, yakni:
4-7 Agustus 2026
Waspada (Hujan Sedang-Lebat)
- Aceh
- Sumatera Utara
- Jawa Barat
- Kalimantan Utara
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
8-10 Agustus 2026
Waspada (Hujan Sedang-Lebat)
- Aceh
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
Artikel lainnya: Viral tunawisma disuruh turun dari bus gegara bau badan, TransJakarta minta maaf
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News