BMKG ungkap skenario terburuk Megathrust: Gempa M9,2 hingga tsunami 10 meter

  • Arry
  • 28 Sep 2026 18:19
Ilustrasi Gempa Bumi(@psc631798/pixabay.com)

Newscast.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi bencana akibat gempa megathrust pada segmen Aceh-Andaman. Zona itu menyimpan potensi gempa mencapai Magnitudo 9.2 dan tsunami.

Megathrust adalah sumber gempa di zona subduksi tempat dua lempeng tektonik bertemu dan saling bergesekan pada kedalaman dangkal, umumnya kurang dari 50 kilometer. Zona ini dapat menghasilkan energi besar dan memicu gempa bumi kuat dengan bidang patahan yang luas.

BMKG mengungkapkan, ada 14 zona megathrust di Indonesia. Segmen ini memiliki potensi gempa yang cukup tinggi. Wilayah-wilayah itu adalah:

  • Aceh-Andaman M9,2
  • Nias-Simeulue M8,7
  • Batu M7,8
  • Mentawai-Siberut M8,9
  • Mentawai-Pagai M8,9,
  • Enggano M8,9
  • Jawa M9,1
  • Jawa bagian barat M8,9
  • Jawa bagian timur M8,9
  • Sumba M8,9
  • Sulawesi Utara M8,5
  • Palung Cotabato M8,3
  • Filipina Selatan M8,2
  • Filipina Tengah M8,1

"Wilayah Pantai Barat Sumatera memiliki potensi ketinggian tsunami di garis pantai hingga lebih dari 3 meter dan di beberapa lokosi hingga lebih dari 10 meter," tulis BMKG di Instagram dikutip Senin, 28 September 2026.

Namun, BMKG menegaskan, potensi gempa megathrust itu bukan sebuah prediksi gempa akan terjadi dalam waktu dekat. BMKG pun belum dapat memprediksi kapan akan terjadi gempa.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengenali potensi gempa dan tsunami di wilayah tersebut, serta menyiapkan langkah mitigasi seperti menyiapkan tas siaga bencana, mengenali jalur dan titik evakuasi, melatih kesiapsiagaan bersama keluarga dan komunitas, memastikan bangunan memenuhi prinsip bangunan tahan gempa, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Dalam upaya pencegahan dampak risiko, BMKG juga telah menyiapkan 533 sensor seismograf dan sistem peringatan dini tsunami InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) yang dapat melakukan deteksi secara cepat dan menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.

BMKG juga mengimbau masyarakat diimbau untuk mewaspadai gempa yang kuat atau guncangan dirasakan lebih dari 30 detik (20 hitungan). Gempa model tersebut diprediksi dapat menimbulkan tsunami dalam waktu singkat.

" Jika mendengar bunyi sirene, kentongan, atau alat peringatan lainnya, segera lakukan evakuasi ke tempat aman. Jika tidak mengetahui lokasi evakuasi, larilah sejauh mungkin dari pantai, naik ke tempat yang lebih tinggi."

Artikel lainnya: ASN Kemenekraf tewas saat latihan militer Komcad di Halim, ini kronologinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait