BMKG sebut asap karhutla yang sempat selimuti Jabodetabek, kini mulai menjauh

  • Arry
  • 18 Okt 2026 13:13
Kondisi udara di Jakarta(David Kristianto/unsplash)

Newscast.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menyelimuti wilayah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) kini mulai menjauh.

BMKG menyatakan, saat ini masih terpantau sisa sebaran asap di pesisir barat Banten pada ketinggian 10.000-18.0000 kaki atau sekira 3-5,4 kilometer. Pergerakan terpantau sejak Sabtu, 17 Oktober 2026.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan berdasarkan pemantauan citra satelit pada Jumat, 16 Oktober, asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek. Namun, keberadaan asap tersebut hanya berlangsung sesaat dan tidak berdampak pada kualitas udara di permukaan.

Sementara itu, hasil pemantauan pada Sabtu, 17 Oktober pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB menunjukkan sebaran asap karhutla di wilayah tersebut mulai bergerak menjauh secara bertahap.

Baca juga
Singapura ungkap 7 perusahaan Indonesia yang diduga terlibat karhutla

Guswanto mengatakan perubahan arah dan pergerakan angin yang mulai melemah pada ketinggian tersebut turut memengaruhi pergeseran sebaran asap dari wilayah Jawa.

Ia menegaskan, asap yang terdeteksi melalui citra satelit tidak serta-merta menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi polutan di permukaan. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, meski tetap perlu memperhatikan kondisi kualitas udara.

“Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing. BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan menyampaikan informasi terkini sebagai dasar bagi masyarakat untuk mengambil langkah antisipatif,” kata Guswanto dalam keterangannya.

Guswanto menjelaskan, berdasarkan hasil pengukuran konsentrasi partikulat halus PM 2.5 di Kemayoran, Jakarta, menunjukkan angka berkisar 46,7–109,7 µg/m³. Angka tersebut berada dalam rentang kategori sedang hingga tidak sehat.

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup juga menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah Jakarta bervariasi, mulai dari kategori baik hingga tidak sehat. PM2.5 menjadi parameter kritis dalam pengukuran tersebut.

Sementara berdasarkan data ISPU, kualitas udara di Marunda tercatat pada angka 49 atau kategori baik. Sementara itu, di kawasan Tanah Abang berada pada angka 60 atau kategori sedang.

Ada tiga kawasan yang masuk dalam kategori tidak sehat yakni Kelapa Gading tercatat pada angka 103, Menteng 116, dan Kebun Jeruk 120.

Artikel lainnya: 10 dessert terbaik di Asia Tenggara: Pisang Goreng juaranya, ada klepon-odading

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait