Whip pink ramai di medsos, ini bahayanya hisap gas tertawa

  • Arry
  • 27 Januari 2026 07:06
Ilustrasi Whip pink(@whippink.co/instagram)

Newscast.id - Belakangan medaia sosial ramai penyalahgunaan Whip Pink. Produk kuliner yang mengandung gas nitrous oxide (N2O) atau gas tertawa dikaitkan dengan praktik nge-fly demi sensasi 'high'.

Gas N2O pada whip pink ini sebenarnya berfungsi sebagai propelan untuk mengeluarkan whipped cream dari tabung. Artinya, Whip Pink bukan krim kocok dan sama sekali tidak ditujukan untuk dihirup.

Apa itu nitrous oksida alias gas tertawa?

Mengutip laman National Institutes of Health, nitrous oksida alias gas tertawa itu sebenarnya kerap digunakan untuk keperluan medis dan industri. Namun belakangan ini banyak disalahgunakan sebagai obat terlarang.

Orang yang menghirup gas tertawa itu akan merasakan euforia dan rileks selama beberapa menit. Namun, penggunaan gas ini secara terus menerus dapat berdampak negatif pada kesehatan Anda.

Nitrogen oksida adalah senyawa nitrogen dan oksigen. Gas ini tidak berwarna dan memiliki bau yang manis. Nitrogen oksida memiliki efek pereda nyeri dan mati rasa, itulah sebabnya dapat digunakan sebagai anestesi. Gas ini juga digunakan dalam industri kimia dan pertanian.

Nitrous oksida diserap ke dalam darah melalui paru-paru. Kemudian masuk ke otak dan jaringan saraf melalui aliran darah. Tubuh tidak dapat memecah gas tersebut, sehingga harus dihembuskan sepenuhnya melalui paru-paru lagi.

Nitrous oksida biasanya dijual dalam kartrid kecil (juga disebut tabung pengisi) yang dapat digunakan untuk membuat krim kocok. Untuk menggunakan nitrous oksida sebagai obat, kartrid dibuka dengan alat khusus yang disebut "cracker". Nitrous oksida kemudian diisikan ke dalam balon dan dihirup. Ada juga tabung pengisi yang lebih besar yang berisi banyak nitrous oksida.

Kenapa kini banyak orang yang mengonsumsi nitrous oksida alias gas tertawa?

Penggunaan gas tertawa ini kini marak dilakukan oleh kalangan remaja dan dewasa muda di berbagai pesta di klub dan festival musik. Di sejumlah negara, gas ini sangat mudah didapatkan hingga marak dipromosikan di media sosial.

Menghirup gas tertawa ini disinyalir lantaran memberikan efek perasaan euforia dan relaksasi di otak setelah dihirup. Persepsi waktu dan ruang juga berubah sementara. Banyak orang terkikik atau tertawa. Efeknya hilang setelah beberapa menit.

Bahkan menghirup nitrous oksida atau gas tertawa ini dalam jumlah kecil dapat menyebabkan masalah seperti pusing, mengantuk, sakit kepala, dan kesemutan. Nitrous oxide juga dapat menyebabkan mual, muntah, masalah keseimbangan, dan kehilangan kesadaran. Halusinasi ringan juga mungkin terjadi.

Apa saja risiko menghirup nitrous oksida alias gas tertawa?

Nitrous oksida dapat mempersulit pengendalian gerakan dan dapat memengaruhi persepsi. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera, yang sangat berbahaya di jalan raya.

Keracunan nitrous oksida akut jarang terjadi. Orang biasanya membutuhkan perawatan medis karena mereka mengalami cedera saat berada di bawah pengaruhnya. Dalam kasus yang lebih jarang, efek "mabuk" tersebut menyebabkan halusinasi parah yang membutuhkan perawatan.

Para ahli menduga, dalam kasus yang jarang terjadi, penggunaan nitrous oksida secara berlebihan juga dapat menyebabkan trombosis, emboli, atau serangan jantung.

Dalam kondisi tertentu, penggunaan berat yang berulang juga dapat memiliki efek psikologis seperti psikosis, halusinasi, dan perubahan suasana hati.

Belum jelas apakah seseorang dapat mengalami ketergantungan fisik terhadap nitrous oxide. Namun, perasaan rileks yang berulang kali didapatkan dari penggunaannya dapat menyebabkan ketergantungan psikologis.

Dokter Spesialis Jantung di Siloam Hospital, Vito Damay menjelaskan, risiko yang terjadi bukan pada gas tertawa itu. Tetapi pada cara penggunaannya.

"Jadi N2O ini memang bisa merangsang sistem jantung dan pembuluh darah. Rangsangan ini juga dapat memberikan efek cepat," kata Vito.

Potensi risiko yang mungkin terjadi seperti penekanan aktivitas miokardial (otot jantung) serta konstriksi pembuluh darah.

"Bukan serangan jantung, tapi henti jantung," ujarnya.

Artikel lainnya: Peringatan dini BMKG 27 Januari: Hujan Jakarta level SIAGA, Bekasi AWAS

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan