Kapan puasa Ramadan? Ini versi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, BRIN

  • Arry
  • 15 Februari 2026 07:28
Ilustrasi Puasa(clufot/unsplash)

Newscast.id - Puasa Ramadan 2026 tinggal sebentar lagi. Namun muncul pertanyaan, kapan puasa Ramadan dimulai?

Penetapan awal Ramadan sudah mulai dilakukan sejumlah pihak. Bahkan ormas Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan jauh-jauh hari.

Meski demikian, sejumlah prediksi yang dilakukan secara ilmiah sudah dilakukan dan dapat dijadikan sebagai acuan.

Berikut perkiraan puasa Ramadan 2026 versi pemerintah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan BRIN:

  • Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah

Pemerintah masih belum menetapkan awal Ramadan 2026. Namun merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama, Ramadan 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026.

Penetapan puasa Ramadan pemerintah baru akan dilakukan dalam sidang isbat yang digelar di Kementerian Agama pada 17 Februari 2026.

Baca juga
Resmi, jadwal pembelajaran siswa selama Puasa Ramadan 2026

  • Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan Ramadan 1447 Hijriah akan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Hal ini ditetapkan dalam Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025.

Penetapan awal Ramadan 1447 H versi Muhammadiyah itu mengacu pada hasil hisab haiki Majelis Tarjih dan Tajdid. Mereka mengacu pada parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah.

Baca juga
Muhammadiyah Tetapkan Puasa 1 Ramadan Jatuh 18 Februari 2026

  • Puasa Ramadan 2026 Versi Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama belum menetapkan kapan 1 Ramadan 1447 H akan dimulai. Mereka masih menunggu pemantauan hilal pada akhir bulan Syaban.

Namun, berdasarkan prediksi kalender Amanak NU dikatakan 1 Ramadan 1447 H berlangsung pada 19 Februari 2026.

  • Prediksi Puasa Ramadan Versi BMKG-BRIN

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi prakiraan penampakan hilal saat matahari terbenam pada 17 dan 18 Februari 2026.

"Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima' adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi," tulis BMKG dalam laporannya.

Berdasarkan pengamatan BMKG, hilal belum memenuhi kriteria untuk diamati pada 17 Februari 2026. Sementara pada 18 Februari 2026, posisi hilal telah berada di atas horizon dengan ketinggian, elongasi, umur Bulan, lag, dan fraksi iluminasi yang memadai.

BMKG menjelaskan, nilai elongasi pada 18 Februari 2026 telah memenuhi kriteria visibilitas hilal yang digunakan Indonesia bersama Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS) dalam penentuan hilal.

Kriteria MABIMS mengatur imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Sementara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi puasa Ramadan 1447 H berlangsung pada 19 Februari 2026.

"Akan ada perbedaan penentuan awal Ramadan 1447. Sumber perbedaan bukan seperti sebelumnya yang terkait posisi hilal, tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan 'hilal lokal' dan 'hilal global'," kata Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin.

"Kementerian Agama dan sebagian besar ormas Islam menggunakan kriteria 'hilal lokal', yang mensyaratkan posisi hilal memenuhi kriteria visibilitas di wilayah Indonesia. Pada saat magrib 17 Februari, posisi hilal/bulan masih di bawah ufuk. Jadi tidak mungkin dirukyat (diamati). Jadi, awal Ramadan pada hari berikutnya, yaitu 19 Februari 2026," jelasnya memaparkan.

"Muhammadiyah menggunakan 'hilal global', yaitu asalkan hilal memenuhi kriteria visibilitas di mana pun dan konjungsi sebelum fajar di Selandia Baru, maka besoknya masuk awal bulan. Pada 17 Februari posisi hilal/bulan telah memenuhi kriteria di Alaska dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru, maka awal Ramadan ditetapkan 18 Februari 2026," urai Thomas.

Demikian informasi jadwal puasa Ramadan versi Pemerintah, Muhammadiyah, Nahdlatul, hingga prediksi dari BMKG dan BRIN. 

Artikel lainnya: MBG disebut hamburkan uang, Prabowo: Hasil efisiensi, kalau tidak bakal dikorupsi

 

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan